PT KONTAK PERKASA – Harga emas naik menjelang akhir pekan setelah koreksi pada perdagangan kemarin. Jumat (12/7) pukul 7.31 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.407,20 per ons troi, menguat 0,03% daripada harga kemarin pada US$ 1.406,70 per ons troi.

Kemarin, harga emas terkoreksi setelah rilis data inflasi yang melaju tinggi akibat kenaikan harga pangan di Amerika Serikat (AS). Meski turun, harga emas masih bertahan di atas level US$ 1.400 per ons troi.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa indeks harga konsumen nonpangan dan nonenergi bulan Juni naik dengan laju tertinggi dalam 1,5 tahun, yakni di level 0,3% secara bulanan dan 2,1% secara tahunan.

Sedangkan total kenaikan seluruh indeks 1,6% dalam 12 bulan hingga Juni. Angka ini lebih rendah daripada bulan Mei sebesar 1,8% (yoy). Penurunan dipicu oleh penurunan indeks energi sebesar 3,4% di tengah kenaikan indeks pangan sebesar 1,9% secara tahunan.

Chris Gaffney, president of world markets TIAA Bank mengatakan, data inflasi Juni menyebabkan investor emas sedikit mundur. “Tapi penurunan ini hanya penyesuaian karena sebelumnya harga emas melaju kencang. Harga yang bertahan kuat di atas US$ 1.400 menunjukkan bahwa dalam beberapa waktu ke depan harga akan terus berada di US$ 1,400,” kata Gaffney kepada Reuters.

Harga emas spot melonjak 1,5% setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengungkapkan pandangan dovish di hadapan Kongres pada Rabu lalu. Powell mengonfirmasi bahwa ekonomi AS masih berada dalam ancaman pelemahan aktivitas pabrik, inflasi yang rendah, serta perang dagang yang masih bergemuruh.

Dia pun mengungkapkan bahwa bank sentral siap bertindak jika diperlukan. The Fed akan menggelar pertemuan bulanan pada 30-31 Juli mendatang.

Si kuning emas turun pada perdagangan Kamis (11/7). Menghapus kenaikan pada sesi awal perdagangan setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan.

Data ekonomi terbaru ini menyulut keraguan terhadap bank sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga agresif sesuai yang diharapkan.

Mengutip Bloomberg, pukul 10.28 WIB, emas pasar spot turun 0,50% ke level US$ 1.411,86 per troi ons. Sementara, emas berjangka untuk pengiriman Agustus 2019, naik 0,12% ke level US$ 1.414,20 per troi ons. Sebelumnya, harga emas telah menyentuh level tertinggi satu pekan pada level US$ 1.426 di awal sesi.

Asal tahu, Federal Reserve pada Maret menurunkan proyeksi inflasi untuk 2019 menjadi 1,5% dari 1,8%. Namun, ini mungkin tidak mengubah harapan bank akan memangkas suku bunga bulan ini.

“Kami melihat data inflasi hari ini – pasar mulai mundur hari ini karena menantang penurunan suku bunga tambahan,” kata Chris Gaffney, president of world markets TIAA Bank.

“(Langkah Kamis) hanya penyesuaian fakta bahwa mungkin sudah naik sedikit kemarin, tapi masih bertahan dengan baik di atas US$ 1.400, dan sepertinya kita akan terus memegang di atas US$ 1.400.”

Emas pasar spot naik 1,5% pada hari Rabu (10/7) setelah pernyataan dovish Gubernur Fed Jerome Powell. Ia mengonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari aktivitas pabrik yang mengecewakan, inflasi yang jinak dan panasnya perang dagang. Untuk itu The Fed siap untuk “bertindak sesuai kebutuhan.”

Pernyataan bernada dovish ini telah membebani dollar AS. Greenback memperpanjang penurunan untuk sesi kedua di hadapan sekeranjang mata uang utama lainnya.

Pembuat kebijakan dari bank sentral AS dijadwalkan bertemu pada 30-31 Juli, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.

Source : kontan.co.id