PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas spot terus menguat. Kenaikan harga untuk emas spot didasari oleh data penjualan ritel Amerika Serikat Desember 2018 yang turun.

Mengutip Blooomberg, harga untuk emas spot kontrak pengiriman April 2019 di Commodity Exchange pada Jumat (15/2) menyentuh level US$ 1.322,10 per ons troi. Angka ini naik 0,62% dari harga kemarin US$ 1.313,90 per ons troi. Dalam sepekan, harga untuk emas menguat 0,27%.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan kenaikan harga emmas terus berlanjut dari hari-hari sebelumnya. Sementara untuk penutupan harga emas Jumat (15/2) karena rilis data penjualan ritel AS yang buruk.

“Padahal penjualan ritel untuk bulan Desember merupakan musim belanja di AS. Rilis data itu kembali memunculkan kecemasan akan pelambatan ekonomi AS. Sebab menunjukkan penurunan signifikan,” kata Putu kepada Kontan.co.id Jumat (15/2).

Sebelumnya data penjualan ritel Amerika Serikat diperkirakan mencapai 0,1%. Namun hasil penjualan ritel negara Paman Sam itu malah -1,2%.

Oleh sebab itu, Putu melihat harga untuk emas spot masih akan berfluktuasi. Dia memperkirakan harga untuk emas spot Senin (18/2) berkisar US$ 1.304 per ons troi-US$ 1.325 per ons troi. Sementara sepekan harga emas akan ada di kisaran US$ 1.295 per ons troi-US$ 1.332 per ons troi.

Secara teknikal, harga untuk emas spot berada atas garis MA 50, 100, dan 200, MACD bergerak turun di level 8,5, lalu indikator stochastic naik di level 58, dan RSI naik di level 65. Ia merekomendasi sell selama harga di bawah US$ 1.325 per ons troi.

Harga emas sedikit menguat menjelang akhir pekan ini. Jumat (25/1) pukul 8.10 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1287 per ons troi, menguat 0,08% dari hari sebelumnya US$ 1.285,90 per ons troi.

Meski menguat dalam sehari, harga emas masih turun 0,15% dalam sepekan terakhir. Kisaran harga perdagangan emas sejak pekan lalu berada di antara US$ 1.850 per ons troi hingga US$ 1.300 per ons troi.

“Dukungan harga untuk emas berasal dari beberapa faktor seperti government shutdown di Amerika Serikat (AS) dan volatilitas pasar saham,” kata Josh Graves, senior commodities RJO Futures kepada Reuters.

Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi kemarin memperingatkan pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang lebih lemah di Zona Euro. Alhasil, indeks dollar kemarin menguat dan sempat menekan harg emas.

Harga untuk emas hingga akhir pekan ini masih bergerak terbatas menunggu pertemuan dagang antara AS dan China pekan depan. Resistance terkuat harga emas saat ini berada di US$ 1.300 per ons troi. Sempat tercapai di Rabu pekan lalu, harga untuk emas tak kuat bertahan menembus resistance ini.

“Jika ada optimisme dari pertemuan dagang, harga emas bisa turun. Jika tidak, harga emas akan kembali menguji US$ 1.300,” kata Graves.

Source : kontan.co.id