PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas turun tipis setelah melonjak pada perdagangan kemarin. Selasa (4/12) pukul 7.38 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1236,50 per ons troi, turun 0,25% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 1.239,60 per ons troi.

Meski turun dalam sehari, harga emas masih menguat 1,36% dalam sepekan terakhir. Harga emas menguat setelah indeks dollar terkoreksi di awal pekan. Indeks dollar kemarin ditutup pada level 97,04, maih lebih tinggi daripada rata-rata tahun ini yang ada di 93,31.

“Penguatan harga emas ini ditopang oleh pelemahan dollar,” kata Hareesh V, head of commodity research Geojit Financial Services kepada Reuters. Dia menambahkan, pasar emas akan mengamati perkembangan dalam 90 hari masa tenggang perang dagang Aemerika Serikat (AS) dan China.

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga saat ini hanya sedikit di bawah level netral. Hal ini memicu ekspektasi bahwa periode kenaikan suku bunga segera berakhir.

Kunal Shah, head of research Nirmal Bang Commodities mengatakan, pesimisme harga emas akibat kenaikan suku bunga berangsur turun. Alhasil, pasar mulai mengakumulasi emas. “Pada akhir Desember, harga emas Comex bisa mencapai US$ 1.250,” kata dia.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih periode Januari-September tahun ini mencapai Rp 631,12 miliar. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang mengalami kerugian bersih Rp 331,47 miliar.

Laba usaha ANTM mencapai Rp 1,93 triliun atau naik 73% dibandingkan dengan laba usaha tahun sebelumnya Rp 232,89 miliar. Penjualan bersih yang dibukukan oleh ANTM pun melonjak 187% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi RP 19,95 triliun.

Direktur ANTM, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan jika kinerja akhir tahun akan semakin membaik baik dari sisi kinerja produkso atau penjualan maupun dari sisi kinerja keuangan. “Kalau dari sisi kinerja produksi dan penjualan diharapkan bisa terus meningkat. Namun untuk sisi kinerja keuangan itu sangat tergantung pada harga jual yang di luar kontrol ANTM,” kata Arie, Senin (3/12).

Meskipun harga nikel saat ini sedang turun, namun diharapkan dalam sebulan atau dua bulan kedepan akan membaik kembali. “Meskipun dengan harga sekarang tetap bisa menghasilkan suatu kinerja yang positif,” ujarnya.

Tahun 2019, harapannya kinerja ANTM akan semakin cemerlang lagi seiring dengan telah dioperasikannya smelter feronikel di Halmahera Timur dengan kapasitas produksi 13.500 ton per tahun.  Sedangkan untuk emas, pada akhir tahun 2018 dipredikasi bisa mencapai 26 ton penjualan, sehingga pada 2019 target dinaikkan 10% menjadi 30 ton penjualan emas. “Kita optimis, karena kinerja per Oktober saja sudah bisa dibuktikan dengan penjualan 24 ton dibanding tahun lalu yang hanya 13 ton,” paparnya.

ANTM melihat saat ini animo dari masyarakat untuk membeli emas sebagai altenatif dalam berinvestasi meningkat. Apalagi sekarang penjualan emas ANTM sudah melalui perdagangan e-commerce atupun melalui website yang baru dilaunching, yang memudahkan orang untuk membeli emas milik ANTM.

Source : kontan.co.id