PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas hari ini masih turun. Data Bloomberg, Jumat (6/9) Pukul 11.08 WIB harga emas melemah 0,26% di angka US$ 1.515,91 per ons troi. Adapun penutupan kemarin harga emas di angka US$ 1.519,05 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange juga melamah 0,18% di angka US$ 1.522,80 per ons troi, jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin US$ 1.525,50 per ons troi.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis positif kemarin dan rencana negosiasi dagang AS China yang akan digelar Oktober menjadi penekan harga logam mulia ini. “Harga emas yang tinggi terpapar oleh kuatnya data yang dirilis oleh ADP dan ISM serta penguatan di pasar obligasi,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Konfirmasi Kementerian Perdagangan China bahwa AS dan China akan bertemu di awal Oktober untuk negosiasi tatap muka turut menimbulkan harapan penyelesaian perang dagang. “Sentimen risiko yang dipicu oleh situasi perdagangan menyebabkan para pelaku pasar melepas aset,” kata Daniel Ghali, commodity strategist TD Securities.

Hari ini, investor akan menunggu data pembayaran gaji yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Data tenaga kerja menjadi salah satu indikator kesehatan ekonomi AS. Jika data pembayaran gaji meningkat, harga emas berpeluang terkoreksi lagi. “Tapi di luar resolusi perdagangan, pasar emas bullish karena kondisi ekonomi global masih lemah. Harga emas bisa terkoreksi, tapi outlook masih positif,” kata Wong.

Harga emas spot masih melemah. Data Bloomberg, Jumat (6/9) Pukul 11.54 WIB harga emas melemah 0,05% di angka US$ 1.518,32 per ons troi. Adapun penutupan kemarin harga emas di angka US$ 1.519,05 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange menguat tipis 0,03% di angka US$ 1.525,90 per ons troi, jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin US$ 1.525,50 per ons troi.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis positif kemarin dan rencana negosiasi dagang AS China yang akan digelar Oktober menjadi penekan harga logam mulia ini. “Harga emas yang tinggi terpapar oleh kuatnya data yang dirilis oleh ADP dan ISM serta penguatan di pasar obligasi,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Konfirmasi Kementerian Perdagangan China bahwa AS dan China akan bertemu di awal Oktober untuk negosiasi tatap muka turut menimbulkan harapan penyelesaian perang dagang. “Sentimen risiko yang dipicu oleh situasi perdagangan menyebabkan para pelaku pasar melepas aset,” kata Daniel Ghali, commodity strategist TD Securities.

Hari ini, investor akan menunggu data pembayaran gaji yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Data tenaga kerja menjadi salah satu indikator kesehatan ekonomi AS. Jika data pembayaran gaji meningkat, harga emas berpeluang terkoreksi lagi. “Tapi di luar resolusi perdagangan, pasar emas bullish karena kondisi ekonomi global masih lemah. Harga emas bisa terkoreksi, tapi outlook masih positif,” kata Wong.

Harga emas spot masih melemah. Data Bloomberg, Jumat (6/9) Pukul 11.54 WIB harga emas melemah 0,75% di angka US$ 1.507,61 per ons troi. Adapun penutupan kemarin harga emas di angka US$ 1.519,05 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange menguat tipis 0,61% di angka US$ 1.516,20 per ons troi, jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin US$ 1.525,50 per ons troi.

Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis positif kemarin dan rencana negosiasi dagang AS China yang akan digelar Oktober menjadi penekan harga logam mulia ini. “Harga emas yang tinggi terpapar oleh kuatnya data yang dirilis oleh ADP dan ISM serta penguatan di pasar obligasi,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Konfirmasi Kementerian Perdagangan China bahwa AS dan China akan bertemu di awal Oktober untuk negosiasi tatap muka turut menimbulkan harapan penyelesaian perang dagang. “Sentimen risiko yang dipicu oleh situasi perdagangan menyebabkan para pelaku pasar melepas aset,” kata Daniel Ghali, commodity strategist TD Securities.

Hari ini, investor akan menunggu data pembayaran gaji yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Data tenaga kerja menjadi salah satu indikator kesehatan ekonomi AS. Jika data pembayaran gaji meningkat, harga emas berpeluang terkoreksi lagi. “Tapi di luar resolusi perdagangan, pasar emas bullish karena kondisi ekonomi global masih lemah. Harga emas bisa terkoreksi, tapi outlook masih positif,” kata Wong.

Source : kontan.co.id