PT KONTAK PERKASA – Harga emas terkoreksi tipis dan cenderung bergerak mendatar sejak awal pekan ini. Rabu (12/6) pukul 7.52 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange turun ke US$ 1.330,30 per ons troi, turun 0,07% dari harga kemarin pada US$ 1.331,20 per ons troi.

Koreksi tipis harga emas ini terjadi saat indeks dollar menguat tipis. Pagi ini, indeks dollar berada di 96,71, naik dari 96,69 pada harga penutupan kemarin. Pasar saham dan komoditas bergerak tipis sejak awal pekan ini menunggu katalis yang lebih besar.

Sejak awal, pasar berspekulasi atas penurunan suku bunga acuan Federal Reserve. Di sisi lain, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China masih jauh dari penyelesaian. Alhasil, aksi tunggu menyebabkan investor enggan mengambil posisi.

“Investor menduga akan ada semacam resolusi soal tarif impor pada akhir bulan ini ketika Presidan AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu,” kata Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

Matousek menambahkan, retorika penurunan suku bunga Fed Fund Rate pun melemahkan dollar AS sejak awal pekan. “Hal ini menjadi penopang harga emas,” kata dia.

Para investor memperkirakan, The Fed akan memangkas suku bunga pada Juli mendatang. Pasar pun menunggu rilis consumer price index (CPI) AS yang dirilis hari ini. Angka CPI ini menjadi salah satu data yang diamati oleh The Fed sebagai indikator inflasi. Jumat nanti, AS pun akan merilis data penjualan ritel sebagai indikasi efek kenaikan tarif terhadap ekonomi.

Harga emas kembali menguat pada siang ini. Rabu (12/6) pukul 13.26 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.340,50 per ons troi, menguat 0,70% dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.331,20 per ons troi.

Minat berinvestasi di pasar berisiko berkurang akibat kelanjutan perang dagang. Pasar saham Asia memerah, dengan penurunan tertinggi di bursa Hong Kong.

Indeks Hang Seng turun 1,88% ke 27.266 pada siang ini di tengah demonstrasi anti-RUU ekstradisi yang dilakukan oleh ribuan orang di pusat finansial Hong Kong.

“Sentimen pasar sangat hati-hati dan minat risiko mulai pudar sehingga ada aksi beli emas,” kata Benjamin Lu, analis Phillip Futures kepada Reuters.

Harga emas juga ditopang oleh spekulasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. The Fed akan menggelar rapat bulanan pada 18-19 Juni pekan depan. Sebelum pertemuan The Fed, pekan ini Amerika Serikat (AS) akan merilis indeks harga konsumen sore ini dan penjualan ritel pada Jumat esok.

Source : kontan.co.id