PT KONTAK PERKASA FUTURES Harga emas pagi ini turun setelah kemarin naik. Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (25/7) pukul 09.27 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.423,29 per ons troi. Harga emas ini turun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Harga emas masih cenderung tertekan setelah nilai tukar dolar terus menguat sejak awal pekan. Tapi, kenaikan indeks dolar pagi ini tertahan. Indeks dolar masih berada di kisaran atas 97,72, turun tipis dari posisi kemarin 97,73 yang merupakan level tertinggi sejak 3 Juni 2019.

“Harga emas sangat terkait dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Jika ada pemangkasan, opportunity cost menggenggam emas berkurang sehingga akan ada aliran dana ke emas,” kata Bernard Dahdah, analis Natixis kepada Reuters.

Harga emas pagi ini turun setelah kemarin naik. Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (25/7) pukul 10.51 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.422,13 per ons troi. Harga emas ini turun 0,26% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 14.25,86 per ons troi.

Sedangkan, emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange turun 0,08% ke level US$ 1.435,40 per ons troi. Harga emas masih cenderung tertekan setelah nilai tukar dolar terus menguat sejak awal pekan. Tapi, kenaikan indeks dolar pagi ini tertahan.

Indeks dolar masih berada di kisaran atas 97,72, turun tipis dari posisi kemarin 97,73 yang merupakan level tertinggi sejak 3 Juni 2019.

“Harga emas sangat terkait dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Jika ada pemangkasan, opportunity cost menggenggam emas berkurang sehingga akan ada aliran dana ke emas,” kata Bernard Dahdah, analis Natixis kepada Reuters.

Gejolak geopolitik membuat harga emas melambung dan menjadi mahal. Investor pun mulai pikir-pikir untuk membeli emas. Alhasil, investor mencari instrumen safe haven lain sebagai bantalan saat kondisi geopolitik panas.

Mengutip Bloombeg, Goldman Sachs Group Inc. Selasa (23/7), mengungkapkan, investor yang memburu aset safe haven untuk melindungi dari goncangan risk-off akan menemukan yen sebagai opsi lain yang lebih murah daripada emas.

Ahli strategi Goldman Sachs Alessio Rizzi mengatakan, geopolitik yang panas belakangan ini membuat harga emas melambung dan jadi lebih mahal daripada yen.

“Pilihan emas sebagai aset safe haven saat ini mahal dan membuat investor mulai beralih ke yen,” kata Alessio.

Kombinasi kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global dan geopolitik yang terjadi serta kembali ramainya kebijakan pelonggaran moneter membuat emas diburu. Kepemilikan pada produk exchange traded fund (ETF) berbasis emas pun mencapai level tertinggi sejak tahun 2013.

Harga emas global pun naik 11% di sepanjang tahun ini. Sedangkan, yen hanya naik 1,6% terhadap dollar AS. Padahal emas dan yen sama-sama akan mendapat untung bila dollar AS melemah.

Source : kontan.co.id