PT KONTAK PERKASA – Harga emas masih bergerak di rentang sempit sejak awal tahun. Setelah koreksi hingga akhir perdagangan kemarin, harga untuk emas pagi ini naik tipis.

Rabu (9/1) pukul 7.46 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.286,50 per ons troi. Harga emas ini naik tipis 0,05% dari harga penutupan kemarin.

“Investor masih menunggu apa yang terjadi pada pembicaraan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. Kami memperkirakan, harga emas berpotensi turun jika kesepakatan tercapai dan investor mencari aset lain yang lebih menguntungkan,” kata Phil Streible, senior commodities strategist RJO Future kepada Reuters.

Emas menjadi aset persinggahan ketika ada ketidakpastian geopolitik. Ketika ketidakpastian mereda, harga emas biasanya turun. AS dan China melanjutkan pembicaraan dagang di hari ketiga.

Steven Winberg, anggota delegasi AS mengatakan bahwa pembicaraan dagang kedua negara masih akan berlanjut hari ini. Pembicaraan hari ketiga ini di luar jadwal semula yang hanya dua hari.

“Saya memperkirakan bahwa pasar saham yang stabil membawa dampak negatif pada harga dari emas, terutama karena harga logam mulia telah mencapai resistance terdekat di angka US$ 1.295,” kata Fawad Razaqzada, analis Forex.com yang dikutip Reuters.

Emas mencoba naik lagi setelah koreksi dari level tertinggi sejak Juni 2018, pada Kamis pekan lalu. Senin (7/1) pukul 8.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.287,40 per ons troi.

Emas ini menguat 0,12% jika dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu US$ 1.285,80 per ons troi. Akhir pekan lalu harga emas terkoreksi karena sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan dan pasar saham melambung.

“Kabar pembicaraan dagang AS dan China akan positif bagi kedua negara karena selama ini tensi perdagangan menyebabkan ekonomi tertekan,” kata Vandana Bharti, assitant  vice president of commodity research SMC Comtrade Ltd kepada Reuters.

Kamis lalu, harga emas mencapai US$ 1.294,80 per ons troi yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2018. “Emas sudah jenuh beli dan perlu konsolidasi. Tapi spekulasi jangka panjang masih terus ada. Pasar membidik harga US$ 1.300 lebih cepat daripada prediksi,” kata Ole Hansen, analis Saxo Bank.

Hansen mengatakan, jika kuartal keempat dollar AS, saham dan yield obligasi berada di sisi rendah, harga emas bisa menyentuh level US$ 1.380 per ons troi. Pagi ini, indeks dollar kembali turun ke 96,11. Ini adalah penurunan indeks dollar dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Source : kontan.co.id