KONTAK PERKASA FUTURES – Pada perdagangan, harga emas di pagi hari ini, secara umum emas kali ini sedikit untuk bergerak membaik karena pasar memanfaatkan peluang beli sejenak yang muncul disaat perang dagang sedikit meredakan situasi pasar.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanannya dari Emas, di mana hal ini masih membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $2,70 atau 0,23% di level $1201,80 per troy ounce.

Dan pagi ini kondisi ini berlanjut kejadiannya ketika perdagangan pasar komoditi di Tokyo berlangsung, di mana harga emas kontrak Desember untuk sementara masih mengalami kondisi yang menguat $3.30 atau 0,27% di level $1204,60 per troy ounce.

Harga emas sebelumnya dalam kondisi agak kinerjanya, di mana muncul aksi beli yang cukup ringan dengan diiringi pergerakan dolar AS yang melemah cukup besar dengan pendukung bahwa data ekonomi AS masih mulai memburuk sehingga dukungan naiknya suku bunga the Fed sedikit berkurang.

Disisi lain, beberapa negara berkembang sedang bermasalah dengan kinerja ekonominya sehingga mata uangnya tergerus habis-habisan oleh dolar AS sehingga membuat harga emas terkesan lebih mahal dan tidak menarik ketika mata uang AS lebih menguat kondisinya. Namun hasil perundingan awal Brexit menjadi titik balik pelemahan dolar AS sehingga harga emas masih bisa membaik lagi hingga sekarang.

Penguatan emas kali ini juga mengharapkan bahwa Kanada akan segera mendapatkan kata sepakat dengan AS sehingga China diharapkan juga akan segera duduk bersama dengan AS dan menyelesaikan masalah tarifnya sebelum rilis data tenaga kerja AS di akhir pekan ini.

Harga emas pekan kemarin sempat gagal membaik di mana fungsi emas sebagai aset pengaman investasi sedang tidak berfungsi. Pasar uang dunia sempat bergejolak sehingga pasar sangat ingin segera berhasil menahan laju penguatan greenback, yaitu keluarlah pernyataan Presiden Trump yang tidak senang dengan langkah kebijakan kenaikan suku bunga the Fed yang sering kali membuat dolar AS menguat.

Emas yang seharusnya berfungsi sebagai instrumen anti krisis sempat gagal menjalankan fungsinya pada pekan lalu karena rupanya krisis Turki membuat investor tidak beralih ke emas namun beralih ke instrumen surat hutang berdenominasi dolar AS. Ini semua karena mereka melihat emas sudah tidak menarik dikoleksi untuk jangka panjang. Ini semua juga terkait dengan rencana kenaikan suku bunga the Fed dan masalah perang dagang masih selalu menghadang pergerakan positif emas sampai saat ini.

Prospek akan meningkatnya suku bunga the Fed karena tingginya inflasi adalah penyebab seringkali emas terkoreksi jika mendengar perang dagang. Masalah tarif yang seringkali mengganggu pergerakan emas, tampaknya juga mulai mendapat titik terang bahwa sisi jual emas memang bisa terjadi lagi.

Potensi perang tarif selalu memberi ruang koreksi kepada emas karena masalah akan naiknya inflasi. Bila memang masih ada masalah tarif, maka penguatan emas memang tidak akan besar adanya.

Source : kontan.co.id