PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas merangkak naik dan berusaha bertahan di atas US$ 1.300 per ons troi menjelang rapat Federal Reserve yang dimulai hari ini. Selasa (19/3) pukul 7.50 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2019 di Commodity Exchange naik 0,28% ke level US$ 1.305,10 per ons troi dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.301,50 per ons troi.

Harga emas bertahan di atas level US$ 1.300 sejak Jumat lalu mengantisipasi rapat The Fed. Pasar memperkirakan, tahun ini bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak akan menaikkan suku bunga acuan. Bahkan, sejumlah pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun depan.

“Harga emas bergerak di atas US$ 1.300 tanpa arah yang jelas. Selama ini, harga emas tidak mampu menembus US$ 1.310 dan tetap terkunci di sekitar US$ 1.300 dengan skenario wait and see,” kata Carlo Alberto De Casa dalam catatan yang dikutip Reuters.

Bart Melek, head of commodity strategist TD Securities mengatakan, potensi kesepakatan dagang antara AS dan China akan memengaruhi penguatan renminbi dan menjadi katalis positif bagi harga emas.

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menjelang pertemuan dua hari para pembuat kebijakan di bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, menyerahkan kenaikan moderat sebelumnya menjadi ditutup merosot 1,40 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi 1.301,50 dolar per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi 96,62 pada pukul 17.22 GMT, tak lama sebelum penyelesaian (settlement) emas berjangka.

Sementara itu, indeks-indeks acuan saham-saham Wall Street membukukan kenaikan moderat, dengan semua indeks meningkat.

Ketika dolar AS dan ekuitas naik, emas berjangka biasanya akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya, serta investor juga lebih terpikat ke pasar saham daripada terhadap logam mulia.

Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC) AS dijadwalkan bertemu pada Selasa (19/3) dan Rabu (20/3) waktu setempat, dengan para pelaku pasar berfokus pada pernyataan kebijakan The Fed di akhir pertemuan.

Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan pendekatan wait and see untuk kebijakan moneter, karena The Fed telah menjadi lebih dovish dalam beberapa bulan terakhir.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun tipis 0,2 sen AS atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 15,322 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,2 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi berakhir di 834,00 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Source : kontan.co.id – antaranews