PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga-harga komoditas yang turun sejak Rabu pekan ini mulai merangkak naik. Jumat (13/7) pukul 7.55 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 di Commodity Exchange berada di US$ 1.246,60 per ons troi.

Harga dari emas ini stagnan dari penutupan perdagangan kemarin. Rabu, harga untuk emas turun 0,88% dalam sehari ke US$ 1.244,40 per ons troi.

Rabu lalu, pasar saham dan komoditas tertekan setelah AS mengerek tensi perang dagang terhadap China. Harga dari emas mulai merambat naik pada hari Kamis.

Indeks dollar yang berpengaruh besar pada pergerakan harga emas masih terus menguat hingga hari ini. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di 94,90.

Sepekan ini, indeks dollar AS terus melaju. Kenaikan nilai tukar dollar AS cenderung menekan harga emas. “Pasar emas kehilangan arah dan cenderung bergerak secara teknikal,” kata Alasdair Macleod, kepala riset Goldmoney.com kepada Reuters.

Macleod memperkirakan, harga emas berpeluang naik tipis. “Ada tanda-tanda bahwa ekonomi AS mungkin sedikit melambat. Jika benar, Federal Reserve akan sedikit mengerem laju suku bunga,” kata dia.

Turun dalam tiga hari berturut-turut, harga dari emas makin suram. Kamis (12/7) pukul 7.55 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 di Commodity Exchange turun 0,10% ke level US$ 1.243,20 per ons troi dalam sehari.

Dalam tiga hari penurunan, harga dari emas tergerus 1,30%. Panasnya tensi perang dagang tampaknya tak berpengaruh pada harga emas. Kenaikan justru tampak pada safe haven yang lain, yakni dollar Amerika Serikat (AS).

Kenaikan dollar AS menekan harga emas lebih dalam. “Harga emas tertekan seluruh harga komoditas dan penguatan dollar,” kata David Meger, director of metals trading High Ridge Futures kepada Reuters.

Harga untuk emas terendah pada tahun ini terjadi pada 2 Juli lalu, yakni pada US$ 1.241,70 per ons troi. Harga makin mendekati level terendah. Wang Tao, analis teknikal Reuters mengatakan, support harga emas berada di US$ 1.237.

“Ketika risiko perang dagang makin tinggi, investor mencari perlindungan. Saya selalu memilih emas untuk perindungan. Tapi saat ini makin sulit ketika dollar AS menjadi lebih menarik,” kata Stephen Innes, APAC trading head OANDA.

Indeks dollar menguat dalam empat hari berturut-turut hingga sekarang. Pagi ini, indeks dollar berada di 94,76. Level tertinggi indeks dollar tahun ini berada di 95,31.

Source : kontan.co.id