KONTAK PERKASA FUTURES – Secara teknikal harga emas global kembali bergerak di bawah US$ 1.400 per ons troi. Mengutip Bloomberg di pasar spot, Rabu (10/7), harga emas berada di US$ 1.391 per ons troi atau turun 0,41%. Pergerakan harga emas spot menjauhi level US$ 1.400 per ons troi sudah terjadi sejak akhir pekan lalu.

Analis HFX Internasional Berjangka, Ady Phangestu, mengatakan, koreksi harga untuk emas saat ini karena faktor teknikal. Ady melihat belum ada sentimen khusus yang memengaruhi harga emas.

“Memang dalam tiga pekan lalu harga emas terhadap dollar AS bergerak flat dalam range terbatas US$ 1.380 per ons troi hingga US$ 1.437 per ons troi,” kata Ady, Rabu (10/7).

Namun, ke depan, Ady memproyeksikan penurunan harga produk emas hanya terjadi sementara saja dan tren kenaikan masih terbuka. Salah satu sentimen positif dari dari pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksi turun dan menaikkan minat memiliki emas sebagai aset safe haven. Saingan emas sebagai safe haven lainnya, yaitu yen juga Ady nilai memiliki risiko yang lebih tinggi dari emas. Sehingga harga emas ke depan berpotensi naik.

“Investor cenderung tidak mengambil kesempatan investasi di mata uang karena sangat berisiko dan pergerakan tidak stabil,” kata Ady.

Dalam jangka pendek, meski harga emas berpotensi naik, Ady memproyeksikan kenaikan harga dari emas belum akan signifikan selama pelaku pasar bersikap wait and see menunggu keputusan The Fed terkait penurunan suku bunga acuannya.

Jika suku bunga AS turun, kemungkinan harga emas akan terkoreksi.

Secara teknikal Ady mengatakan, rata-rata pergerakan harga emas dalam 20 hari ke depan masih ada dominasi naik dari para spekulan yang mengambil jangka pendek. Level US$ 1.400 per ons troi sementara akan menjadi harga psikologis dengan tingkat dukungan support di harga US$ 1.381 per ons troi dan resistance di US$ 1.440 per ons troi.

Sementara harga puncak yang terbentuk di dua pekan lalu menunjukkan overbought yang berada pada harga tertinggi di Agustus 2013.

Ady memproyeksikan, dalam pekan ini harga masih berkemungkinan melanjutkan konsolidasi teknis dan belum akan ada pergerakan yang signifikan. “Penurunan harga mungkin terjadi bukan karena seller masuk pasar, tetapi lebih pada faktor taking profit buyer,” kata Ady, Rabu (10/7).

Jika kondisi geopolitik belum kondusif tidak menutup kemungkinan di akhir tahun harga emas naik ke US$ 1.500 per ons troi.

Bagi investor dalam negeri, Ady menilai harga 1 gram emas di kisaran Rp 700.000 per gram cukup mahal. Idealnya beli di kisaran Rp 550.000 per gram hingga Rp 600.000 per gram untuk emas fisik. Sementara untuk emas global layak beli sewaktu terjadi koreksi di kisaran US$ 1.350 per ons troi atau US$ 1.375 per ons troi.

Source : kontan.co.id