PT KONTAK PERKASA – Semakin mendekati waktu kenaikan suku bunga dan pemangkasan pajak Amerika Serikat (AS), harga emas bergerak semakin tertekan. Rabu (6/12) pukul 7.46 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2018 di Commodity Exchange naik tipis ke US$ 1.267,60 per ons troi.

Kenaikan ini terjadi setelah kemarin harga emas koreksi cukup tajam. Selasa (5/12), harga emas turun 1% dan bergerak di bawah level US$ 1.270 per ons troi.

Terakhir kali harga emas bergerak di bawah US$ 1.270 per ons troi adalah ketika bulan Agustus. “Koreksi harga emas kemarin membuka pintu likuidasi lebih banyak hingga ada risiko geopolitik dan ketidakpastian global,” kata Josh Graves, senior commodity strategist RJO Futures kepada CNBC.

Menurut hitungan Graves, support harga emas berada di sekitar US$ 1.250 per ons troi. Koreksi harga menjelang akhir tahun ini memangkas kenaikan sepanjang 2017.

Sejak awal tahun, harga emas telah naik sekitar 10%. Tapi, harga terkoreksi setelah kenaikan suku bunga acuan AS.

Di sisi lain, permintaan emas fisik pun turun. Carsten Menke, analis Julius Baer mengatakan, permintaan emas fisik turun ke level rendah dalam beberapa tahun. Penurunan ini semakin menekan harga emas. “Tanpa kenaikan permintaan, harga emas akan sangat sensitif terhadap pergerakan dollar AS,” kata dia.