PT KP PRESS – Harga Emas Antam Turun Tipis pada Selasa (12/11/19).

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Selasa (12/11) berada di Rp 741.000. Harga tersebut turun Rp 1.000 dari Senin (11/11).

PT KONTAK PERKASA – Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp 1.500 ke Rp 656.500.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 395.000
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 741.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 3.525.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 6.985.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 17.380.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp 34.685.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 69.200.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 175.000.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 349.800.000
  • Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 701.600.000

Sempat ukir rekor baru, harga emas kembali menjauh dari level terendah

Harga emas kemarin (11/11) sempat mencetak rekor terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir, terseret ke bawah oleh sentimen risiko yang optimistis membuat bursa saham Amerika Serikat (AS) dekat dengan level rekor tertinggi.

Tapi, di akhir perdagangan harga emas berbalik arah. Mengacu Bloomberg, harga emas spot naik 0,15% menjadi US$ 1.456,01 per ons troi, setelah menyentuh level terendah sejak 5 Agustus. Sementara emas berjangka AS turun 0,42% menjadi US$ 1.456,70.

“Secara keseluruhan, prospek untuk (pasar yang lebih luas) tampaknya lebih positif,” kata Tai Wong, Head of Base and Precious Metals Derivatives Trading BMO, yang menambahkan, pemicu langsung penurunan emas adalah sentimen teknikal karena gagal bertahan di atas US$ 1.460.

“Sebelum reli Agustus yang didorong oleh (sengketa) perdagangan (AS-China), emas berada dalam kisaran US$ 1.380-US$ 1.440, sehingga emas bisa diperdagangkan turun di suatu tempat ke tingkat itu,” ujar Wong kepada Reuters.

Bursa saham AS memantul dari posisi terendah pada Senin dan melayang ke dekat level rekor tertinggi pada minggu sebelumnya. Tetapi, investor tetap berhati-hati tentang negosiasi perdagangan AS-China, setelah Presiden Donald Trump mengatakan, Beijing menginginkan kesepakatan lebih dari yang dia lakukan.

Trump juga menyatakan, ada pelaporan yang salah tentang kesediaan Washington untuk membatalkan tarif. “Bouncing Wall Street mengambil semuanya dari emas yang telah terjadi hari ini,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, kepada Reuters.

Harga emas merosot 3,6% minggu lalu untuk penurunan mingguan terbesar dalam tiga tahun terakhir, di tengah optimisme ekuitas dan seputar kesepakatan perdagangan AS-China.

“Emas sedang menunggu perkembangan fundamental besar berikutnya,” kata Jim Wyckoff, Senior Analysit Kitco Metals. Dia bilang, penurunan pasar saham bisa mendongkrak harga emas, seperti kerusuhan di Hong Kong yang memburuk.

“Jika situasi itu (di Hong Kong) memburuk lebih lanjut, itu bisa memberi emas tumpangan safe-haven,” tambah Wyckoff.

Source : kontan.co.id