PT KONTAK PERKASA – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Selasa (29/1) mencapai Rp 663.000. Harga tersebut turun Rp 3.000 dari posisi terakhir Rp 666.000.

Sementara, harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp 4.000 menjadi Rp. 586.000/gram.

Berikut harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

0,5 gram: Rp 356.000

1 gram: Rp 663.000

5 gram: Rp 3.135.000

10 gram: Rp 6.205.000

25 gram: Rp 15.305.000

50 gram: Rp 30.735.000

100 gram: Rp 61.400.000

250 gram: Rp 153.250.000

500 gram: Rp 306.300.000

1.000 gram: Rp 612.600.000

Kenaikan harga emas Aneka Tambang (Antam) di level Rp 666.000 per gram pada Senin (28/1) disinyalir akan terus berlanjut dan mengindikasikan kembali tren bullish pada pasar perdagangan emas Antam. Kenaikan harga emas Antam ini juga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global.

Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam terpantau berada di level Rp 666.000 per gram pada Senin (28/1). Harga tersebut menurun sebesar Rp 2.000 dari perdagangan Sabtu (27/1), tapi melonjak bila dibandingkan dengan perdagangan Jumat (25/1) di level Rp 658.000 per gram.

Di sisi lain, Harga emas untuk pengiriman April 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.306,80 per ons troi pada hari ini pukul 14.50 WIB, naik 0,20% ketimbang posisi akhir pekan lalu pada US$ 1.304,20 per ons troi.

Analis Asia Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar melihat, sejumlah agenda global turut mempengaruhi harga emas Antam yang berpatokan pada pasar internasional. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan politik global, membuat pelaku pasar modal beralih ke emas.

Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan pada Selasa (29/1) mendatang. Bank sentral AS ini diperkirakan akan mempertahankan posisi suku bunga acuan di tengah ekonomi global yang diramal melambat.

“Lalu,walau kantor pemerintahan AS sekarang sudah buka dan kembali berfungsi, keadaan ini masih sementara, sebab presiden AS dan parlemen hanya akan setuju sampai batas waktu beberapa minggu saja,” tuturnya.

Deddy melihat harga emas Antam masih dapat menguat lagi. “Pergerakan harga emas Antam unik, sebab tak selalu bergerak sama dengan emas dunia. Namun kali ini pergerakannya sama-sama naik, itu artinya sentimen eksternal ini cukup kuat pengaruhnya,” tambah Deddy.

Selain itu, faktor kekhawatiran yang mendorong pelaku pasar domestik beralih ke Antam adalah optimisme pertemuan antara AS dan China pada 30–31 Januari 2019 dan ketegangan baru AS dengan Venezuela.

Dengan demikian, Deddy memproyeksi harga emas Antam pada kuartal I 2019 akan bergerak di level Rp 600.000–Rp 680.000 per gram dengan tren bullish.

Source : kontan.co.id