PT KP PRESS – Harga emas Antam turun pada Selasa (10/12).

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 743.000. Artinya harga ini turun Rp 1.000 dari perdagangan Senin (9/12)

PT KONTAK PERKASA – Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada pada di Rp 658.000 atau turun Rp 1.000 dari sesi sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 396.000

Harga emas 1 gram: Rp 743.000

Harga emas 5 gram: Rp 3.535.000

Harga emas 10 gram: Rp 7.005.000

Harga emas 25 gram: Rp 17.405.000

Harga emas 50 gram: Rp 34.735.000

Harga emas 100 gram: Rp 69.400.000

Harga emas 250 gram: Rp 173.500.000

Harga emas 500 gram: Rp 346.300.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 692.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Siang ini, harga emas spot turun 0,01% di level US$ 1.460,29 per ons troi (9/12/19)

Harga emas di pasar spot turun tipis. Data Bloomberg pada Senin (9/12) mencatat harga emas Pukul 11.33 WIB, berada di US$ 1.460,29 per ons troi atau turun 0,01% dibanding harga penutupan pekan lalu.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Februari 2020 di Commodity Exchange merosot 0,04% berada di US$ 1.464,50 per ons troi, dibandingkan pada penutupan akhir pekan lalu US$ 1.465,10 per ons troi.

Harga emas melonjak lebih dari 1% pada Selasa pekan lalu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dagang bisa berlangsung hingga setelah pemilihan presiden pada November 2020. Pernyataan Trump ini menjadi pemicu kenaikan harga setelah berminggu-minggu pasar berharap kesepakatan tercapai sebelum tanggal 15 Desember 2019.

Lonjakan harga di pertengahan pekan kembali turun di akhir pekan. Harga emas turun setelah rilis data tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan. Non-farm payrolls naik 266.000 pada bulan lalu. Ini adalah kenaikan terbesar dalam 10 bulan terakhir. Sementara tingkat pengangguran turun tipis ke 3,5%, terendah dalam hampir 50 tahun terakhir.

Meski ada perbaikan data yang menunjukkan bahwa ekonomi AS tidak terlalu banyak terpengaruh perang dagang, investor masih mengamati kelanjutan negosiasi dagang AS-China. “Pasar merasa kedua pihak berniat menghindari runtuhnya negosiasi, jika kita mengamati kabar yang mereka sebut di headline media,” kata Kazushige Kaida, chief of forex State Street kepada Reuters.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengonfirmasi bahwa tenggat waktu 15 Desember untuk menetapkan tarif baru masih berlaku. Tapi, dia menambahkan bahwa Presiden Trump masih menginginkan kelanjutan pembicaraan dengan China yang mengarah ke kesepakatan yang disetujui AS.

Sementara itu, ekspor China turun dalam empat bulan berturut-turut hingga November. Tapi, kenaikan impor menunjukkan bahwa stimulus China sukses memicu permintaan.

Source : kontan.co.id