PT KP PRESS – Harga emas antam turun 1.000 pada perdagangan Jumat (6/12).

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 751.000. Artinya harga ini turun Rp 1.000 dari perdagangan Kamis (5/12)

PT KONTAK PERKASA – Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada pada di Rp 668.000 atau turun Rp 1.500 dari sesi sebelumnya.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 400.500

Harga emas 1 gram: Rp 751.000

Harga emas 5 gram: Rp 3.575.000

Harga emas 10 gram: Rp 7.085.000

Harga emas 25 gram: Rp 17.605.000

Harga emas 50 gram: Rp 35.135.000

Harga emas 100 gram: Rp 70.200.000

Harga emas 250 gram: Rp 175.250.000

Harga emas 500 gram: Rp 350.300.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 700.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Harga emas terkoreksi ke US$ 1.480 per ons troi, setelah naik dalam tiga hari

Harga emas kembali terkoreksi setelah naik tiga hari berturut-turut. Jumat (6/12) pukul 09.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.480,80 per ons troi, turun 0,15% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.483,10 per ons troi.

Sementara itu, harga emas spot masih stagnan di level US$ 1.476,11 per ons troi.

Harga emas bergerak terbatas setelah naik dalam beberapa hari ini lantaran ketidakpastian sinyal kelanjutan kesepakatan dagang Amerika Serikat dan China.

“Selama Presiden AS Donald Trump tidak membuat pernyataan yang jelas tentang apa yang dia inginkan, pasar akan tetap bingung,” kata Peter Fertig, Quantitative Commodity Research analyst seperti dikutip Reuters.

Menurut Fertig, masih ada permintaan safe haven untuk emas.

Sementara itu, analis Standard Chartered Bank Suki Cooper dalam sebuah riset yang dikutip Reuters mengatakan, untuk saat ini pasar fisik emas cenderung downside. “Dan kami percaya kondisi makro membuka risiko kenaikan harga pada tahun 2020,” katanya.

Harga emas bertahan di level US$ 1.480 per ons troi hingga siang ini (5/12/19)

Harga bergerak stabil dengan kecenderungan naik. Kamis (5/12) pukul 14.42 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.480,70 per ons troi, naik tipis 0,03% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.480,20 per ons troi.

Harga emas naik didorong oleh sinyal yang bertentangan dari Washington dan Beijing tentang kesepakatan perdagangan. Hal ini membuat ketidakpastian semakin besar.

“Trump menyebutkan bahwa dia akan menunda kesepakatan dagang dengan China satu tahun hingga pemilu presiden AS tahun depan selesai, dan kami tidak yakin apakah perjanjian fase satu sudah disepakati dan itulah yang ditunggu oleh semua orang,” kata Brian Lan, dealer Singapura GoldSilver Central seperti dikutip Reuters.

“Emas selalu memiliki status aset safe haven, dan orang-orang berpegang pada emas ketika mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Pelemahan dolar juga mendorong harga emas saat ini.”

Source : kontan.co.id