PT KP PRESS – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik tipis.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Rabu (20/11) berada di Rp 751.000. Harga tersebut naik Rp 2.000 dari Selasa (19/11).

PT KONTAK PERKASA – Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 2.000 ke Rp 667.000.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

  • 0,5 gram: Rp 399.000
  • 1 gram: Rp 749.000
  • 5 gram: Rp 3.565.000
  • 10 gram: Rp 7.065.000
  • 25 gram: Rp 17.555.000
  • 50 gram: Rp 35.035.000
  • 100 gram: Rp 70.000.000
  • 250 gram: Rp 174.500.000
  • 500 gram: Rp 349.300.000
  • 1.000 gram: Rp 698.600.000

Harga emas Antam naik, laba 12% bisa dikantongi investor kalau…

Selasa (19/11) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 1.000 per gram, dari sebelumnya Rp 748.000 per gram menjadi Rp 749.000 per gram.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia naik Rp 1.000 per gram, dari sebelumnya Rp 664.000 per gram menjadi Rp 665.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 84.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.

Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 749.000 per gram.

Nah, kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 665.000 per gram oleh Logam Mulia.

Langsung tekor lumayan banget, kan?

Karena ada selisih harga tersebut, sebentar lagi Anda akan memahami bahwa jangka waktu investasi merupakan faktor penting dalam investasi emas.

Siapa saja memang perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.

Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

Membeli emas Antam pada 12 November 2019 (Rp 741.000 per gram) = -10.26% (rugi)
Membeli emas Antam 19 Oktober 2019 (Rp 756.000 per gram) = -12.04% (rugi)
Membeli emas Antam 19 Agustus 2019 (Rp 757.000 per gram) = -12.15% (rugi)
Membeli emas Antam 19 Mei 2019 (Rp 663.000 per gram) = 0.30% (untung)
Membeli emas Antam 19 Februari 2019 (Rp 674.000 per gram) = -1.34% (rugi)
Membeli emas Antam 19 November 2018 (Rp 608.023 per gram) = 9.37% (untung)
Membeli emas Antam 19 Agustus 2018 (Rp 590.870 per gram) = 12.55% (untung)
Membeli emas Antam 19 Mei 2018 (Rp 612.058 per gram) = 8.65% (untung)
Membeli emas Antam 19 Februari 2018 (Rp 603.986 per gram) = 10.10% (untung)

Nah, dari catatan di atas tampak bahwa Anda bisa saja mengantongi potensi laba 12% andai membelinya sekitar bulan Agustus 2018 lalu.

Source : kontan.co.id