PT KP PRESS – Harga emas Antam naik Rp 1.000, Senin (11/11/19).

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Senin (11/11) berada di Rp 742.000. Harga tersebut naik Rp 1.000 dari Sabtu (9/11).

PT KONTAK PERKASA – Sementara, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam stagnan di  Rp 658.000.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

0,5 gram: Rp 395.500

1 gram: Rp 742.000

5 gram: Rp 3.530.000

10 gram: Rp 6.995.000

25 gram: Rp 17.380.000

50 gram: Rp 34.685.000

100 gram: Rp 69.300.000

250 gram: Rp 175.000.000

500 gram: Rp 349.800.000

1.000 gram: Rp 701.600.000

Emas naik tipis awal pekan ini, berikut sentimen penggeraknya

Harga emas naik tipis pada perdagangan Senin (11/11) pagi. Beragam sinyal dari perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan China membuat pasar bersikap hati-hati. Meski data pabrik China yang mengecewakan memberikan dukungan untuk logam mulia ini.

Mengutip Bloomberg, pukul 08.49 WIB, emas pasar spot ke level US$ 1.463,32 per ons troi atau menguat 0,30%. Setelah menyentuh level terendah tiga bulan di sesi sebelumnya.

Senada, emas berjangka pengiriman Desember 2019 ke level US$ 1.464,20 per ons troi atau menguat 0,09%.

Berikut sentimen penggerak hari ini:

– Pembicaraan perdagangan dengan China berjalan “dengan sangat baik,” kata Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu, tetapi AS hanya akan membuat kesepakatan dengan Beijing jika itu adalah kesepakatan yang tepat untuk Amerika.

– Meskipun perang perdagangan China-AS dapat sedikit mereda, konflik yang lebih luas antara dua ekonomi terbesar dunia akan terus berlanjut, ujar Lou Jiwei, seorang mantan menteri keuangan China.

– Perang perdagangan telah mengguncang pasar keuangan dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global, mendorong logam mulia naik lebih 14% tahun ini.

– Amerika Serikat dan China telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain sebagai bagian dari fase pertama dari perjanjian perdagangan, tetapi Trump kemudian membantah perjanjian tersebut.

– Indeks harga produsen China (producer price index/PPI), dipandang sebagai indikator utama dari profitabilitas perusahaan, turun 1,6% pada Oktober dari tahun sebelumnya, penurunan tertajam sejak Juli 2016, rilis data Biro Statistik Nasional (NBS), melampaui ekspektasi analis terkontraksi 1,5%.

– Saham Asia naik tipis pada hari Senin, setelah optimisme seputar pembicaraan perdagangan dengan China, meskipun tetap ada ketidakpastian apakah kesepakatan akan ditandatangani tahun ini.

Source : kontan.co.id