PT KP PRESS – Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang naik tipis.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Senin (18/11) berada di Rp 748.000. Harga emas tersebut naik Rp 1.000 dibanding harga Minggu (17/11).

PT KONTAK PERKASA – Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam stagnan di Rp 664.000.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 398.500
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 748.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 3.560.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 7.055.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 17.530.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp 34.985.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 69.900.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 174.500.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 348.800.000
  • Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 697.600.000

Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Harga emas berusaha rebound setelah tergelincir akibat sentimen perundingan dagang

Harga emas berupaya bangkit setelah melemah akhir pekan lalu. Senin (18/11) pukul 07.43 WIB harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.468,80 per ons troi, naik tipis 0,02% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.468,50 per ons troi.

Harga emas masih berusaha untuk bangkit setelah melorot di akhir pekan lalu lantaran kemajuan perundingan dagang Amerika Serikat-China.

“Perdagangan emas secara keseluruhan dipengaruhi oleh perang dagang dan ada optimisme yang luar biasa untuk bisa meratifikasi kesepakatan perdagangan tahap satu,” kata Edward Moya, analis pasar senior OANDA seperti dikutip Reuters.

“Ini menjadi angin segar bagi ekonomi global yang mengganggu permintaan safe haven (emas).”

Source : kontan.co.id