PT KP PRESS – Harga emas  Antam turun.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Selasa (5/11) berada di Rp 758.000. Harga emas tersebut turun Rp 5.000 dibanding harga Senin (4/11).

PT KONTAK PERKASA – Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 5.000 ke level Rp 678.000.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 403.500
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 758.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 3.610.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 7.155.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 17.780.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp 35.485.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 70.900.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 177.000.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 353.800.000
  • Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 701.600.000

Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Harga emas terkoreksi tipis pagi ini meski masih bertahan di atas level US$ 1.500 per ons troi. Selasa (5/11) pukul 07.42 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.509,10 per ons troi, turun 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.511,10 per ons troi.

Koreksi harga emas lantaran investor masih condong ke aset berisiko, didorong oleh optimisme perundingan dagang Amerika-Serikat dan China dan memudarnya kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

“Untuk saat ini, kami merespons agak negatif terhadap pasar saham yang kuat. Ada sedikit minat untuk membeli emas sebagai lindung nilai, tapi tidak ada alasan besar terutama karena pasar saham sudah membaik,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities seperti dikutip Reuters.

Menurutnya, dalam jangka pendek, kemungkinan tidak ada permintaan safe haven untuk emas.

Source : kontan.co.id