PT KP PRESS – Harga emas Antam (emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang) hari ini naik naik.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Jumat (25/10) berada di Rp 754.000. Harga emas tersebut naik Rp 2.000 dibanding harga Kamis (24/10).

PT KONTAK PERKASA – Sementara harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 675.000.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan sudah termasuk pajak:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 400.500
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 752.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 3.580.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 7.095.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 17.630.000
  • Harga emas Antam 50 gram: Rp 35.185.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 70.300.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 175.500.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 350.800.000
  • Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 701.600.000

Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.

Harga emas terkoreksi tipis di awal perdagangan Jumat (25/10), dengan tren menguat pada pekan ini. Pukul 07.50 WIB harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di UA$ 1.504,50 per ons troi, turun tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.504,70 per ons troi.

Sepanjang pekan, harga emas terus naik dan kembali ke level di atas US$ 1.500 per ons troi.

Kenaikan harga emas disokong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang melemah, sehingga meningkatkan harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

“Satu hal yang akan membantu mendorong harga emas lebih tinggi adalah yield (obligasi). Saya rasa tren penurunan imbal hasil akan berlanjut karena pada dasarnya tidak ada yang berubah,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com seperti dikutip Reuters.

“Kami masih melihat bank sentral menyampaikan pesan dovish di seluruh papan dan yang seharusnya menjaga hasil di bawah tekanan jangka panjang,” imbuhnya.

Source : kontan.co.id