PT KP PRESS – Harga emas naik ke US$ 1.930,78 per ons troi, Kamis (13/8) pagi. Harga emas naik pada hari Kamis (13/8) pagi, bertahan di atas level kunci US$ 1900 per ons troi. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global dari kasus Covid-19 meningkatkan dorongan permintaan untuk logam safe-haven. Melansir Reuters pada pukul 07.54 WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 1.930,78 per ons troi. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,5% menjadi US$ 1.940.

KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks dolar turun 0,2% terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Tolok ukur imbal hasil Treasury 10-tahun turun dari level tertinggi satu bulan, mengurangi biaya peluang untuk memegang emas tanpa bunga. Pejabat Federal Reserve mengatakan pemulihan ekonomi AS akan berjalan lambat sampai virus corona terkendali dan warga AS harus mengelola kesehariannya dengan corona selama beberapa bulan ke depan.

PT KONTAK PERKASA – Lebih dari 20,45 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dan 743.229 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menuturkan Gedung Putih dan para pejabat tinggi Demokrat di Kongres mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan virus corona.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Asal tahu, emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketakutan akan penurunan nilai mata uang. Bursa saham Asia bersiap melesat pada hari Kamis setelah indeks S&P 500 Wall Street sempat menyentuh rekor tertinggi. Di sisi lain, harga perak naik 0,6% menjadi US$ 25,71 per ons troi, platinum naik 0,7% menjadi US$ 937,84, dan paladium naik 1,2% menjadi US$ 2.156,55.

Harga emas mantul kembali dengan sangat kuat, tembus US$ 2.000 lagi?

Harga emas terus menanjak, mencoba kembali menembus level US$ 2.000, setelah jatuh ke bawah level kunci US$ 1.900 pada awal perdagangan Rabu (11/8) dan mencatat penurunan terburuk dalam tujuh tahun terakhir di sesi Selasa (11/8). Pada Selasa (11/8), harga emas menukik tajam hingga 6,2%, penurunan satu hari terburuk sejak April 2013. Sementara di sesi awal Rabu (12/8), harga emas merosot ke posisi US$ 1.863,15 per ons troi.

Tapi kemudian, harga emas berbalik arah dan terus menanjak. Mengutip Bloomberg, harga emas spot pada pukul 23.52 WIB naik hampir 2%, tepatnya, 1,9% menjadi US$ 1.948,26. Sedang harga emas berjangka AS naik 0,69% ke US$ 1.959,80. “Ini seperti hujan lebat setelah cuaca panas yang menyengat,” kata analis independen Ross Norman kepada Reuters.

“Harga emas memantul kembali dengan sangat kuat. Sentimen belum rusak dan lebih dari itu, Anda dapat berargumen bahwa itu menciptakan peluang bagi mereka yang mungkin ketinggalan perahu pada reli untuk masuk lagi,” ujarnya.

Di akhir tahun sentuh US$ 2.500

“Penurunan itu adalah koreksi yang sehat, itu memungkinkan lebih banyak orang untuk masuk, sehingga harga emas akan reli lagi dan pada akhir tahun kita akan melihat rekor tertinggi baru sepanjang masa dengan emas di US$ 2.500,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago.

“Kita memiliki semua faktor fundamental yang sama yang mendukung harga emas. Federal Reserve akan tetap dovish untuk jangka waktu yang lama, mereka telah mengatakan akan membiarkan inflasi naik di atas target mereka,” ujarnya ke Reuters.

Kekhawatiran atas kerusakan ekonomi akibat pandemi virus corona baru karena ekonomi Inggris menyusut dengan rekor 20,4% pada kuartal kedua tahun ini mendukung daya tarik emas, seiring pelemahan dollar AS.

“Ekonomi global masih menghadapi sejumlah masalah yang memiliki kapasitas untuk mendukung harga emas,” kata James Steel, Kepala Analis Logam Mulia HSBC dalam sebuah catatan yang Reuters kutip.

“Ini termasuk risiko geopolitik dan stimulus moneter dan fiskal yang sedang berlangsung. Faktor-faktor ini akan menopang kenaikan lebih lanjut (harga emas),” imbuhnya.

Source : kontan.co.id