PT KP PRESS – Harga emas naik tembus US$ 2.000, pertama kali dalam sejarah. Harga emas melesat ke atas US$ 2.000 per ons troi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Rabu (5/8), per pukul 01.15 WIB, harga emas dunia berada di level US$ 2.026,50 per ons troi. Sebelumnya, harga bullion untuk pengiriman langsung menguat 11% di Juli. Ini penguatan bulanan terbesar sejak 2012.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas menguat seiring meningkatnya spekulasi pemangku kebijakan di Amerika Serikat (AS) akan menggolkan beleid baru soal stimulus. Kebijakan ini bisa menyuntik likuiditas besar ke pasar dan menekan tingkat suku bunga.  Saat ini pelaku pasar mencermati negosiasi antar petinggi AS terkait paket kebijakan stimulus ekonomi akibat corona. Ekspektasi pelaku pasar meningkat lantaran Senat AS akan mulai libur Jumat akhir pekan ini.

PT KONTAK PERKASA – Pemimpin Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengungkapkan pada Selasa (4/8), pembicaraan stimulus dengan Gedung Putih telah mengarah ke arah yang benar, meski ada sejumlah poin di mana perbedaan masih meruncing.  “Pernyataan Schumer mengindikasikan akan ada paket alih-alih penghentian benefit. Ini akan menguntungkan saham dan emas,” beber Tai Wong, Head of Metals Derivatives Trading BMO Capital Markets, sebagaimana dikutip Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Menurut Wong, semakin besar gelontoran stimulus dari pemerintah AS, berarti pemerintah AS akan meminjam dana semakin besar dari pasar dan akan tiba masanya membayar pinjaman tersebut. Ini membuat prospek dollar AS kurang ciamik. Goldman Sachs Group Inc sebelum ini memprediksi harga emas berpotensi mencapai US$ 2.300 per ons troi, seiring pencarian mata uang aman baru oleh investor. Sementara RBC Capital Markets memprediksi emas mencapai US$ 3.000 per ons troi.

Jelang sore kemarin, harga emas spot berada di US$ 1.977,46 per ons troi

Harga emas bergerak mix menjelang sore. Mengutip Bloomberg, Selasa (4/8) pukul 15.10 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.977,46 per ons troi, naik 0,02% penutupan kemarin. Di sesi sebelumnya, harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 1.984,66 per ons troi. Kilau emas yang sempat menyilaukan tertutup oleh kenaikan indeks dolar AS. Di pagi ini, indeks dolar AS naik 0,1% terhadap para pesaingnya, setelah berhasil merangkak lebih jauh dari level terendahnya lebih dari dua tahun di pekan.

Dengan posisi the greenback yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, aktivitas manufaktur AS juga mencapai posisi tertinggi dalam hampir 1,5 tahun pada bulan Juli karena meningkat pesanan. Hal tersebut menjadi angin segar meskipun kebangkitan infeksi Covid-19 masih menghantui.

Berdasarkan perhitungan Reuters, lebih dari 18,19 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global. Di mana 689.871 diantaranya meninggal dunia. WHO pun sudah memperingkatkan bahwa belum ada vaksin yang sempurna untuk mengatasi Covid-19. Ini membuat jalan menuju kehidupan normal seperti sebelum terjadi Covid-19 masih lama.

Kasus corona ini juga menjadi penyokong utama bagi emas untuk tetap bertahan di posisi atas. Terlebih setelah Partai Demokrat di Kongres AS dan Gedung Putih kembali melakukan negosiasi terkait RUU bantuan untuk virus corona. Seperti diketahui, Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan, dirinya akan bertemu dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows untuk melanjutkan diskusi.

“Satu-satunya hal baik yang dapat kita katakan tentang kebuntuan politik di Washington adalah negosiasi masih berlangsung,” kata analis di National Australia Bank dalam sebuah catatan pasar.

Source : kontan.co.id