PT KP PRESS – Harga emas naik melanjutkan rally, terdorong kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Harga emas terus melanjutkan rally dan kembali mencetak rekornya pada Senin (27/7). Pukul 07.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.938,90 per ons troi, naik 0,71% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.925,20 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, kenaikan harga emas didorong oleh pelemahan dolar dan kekhawatiran ekonomi global yang mendorong permintaan aset safe haven. Dolar AS melemah di tengah pertaruhan bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan moneter yang akomodatif dalam pertemuan pekan ini.

PT KONTAK PERKASA – Selain itu, kenaikan harga emas juga didorong oleh ketegangan geopolitik antara AS dan China yang terus meningkat. “Kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena perseteruan AS-China mungkin akan menyebabkan pemerintah dan bank sentral berbagai negara dunia memperpanjang stimulus,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivative trading BMO kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – China menyerukan agar AS untuk menutup konsulat di Chengdu. Ini adalah balasan setelah AS menyerukan agar China menutup konsulat di Houston.

Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa!

Pandemi virus corona mengerek harga emas ke rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China pun turut membakar harga emas. Pada Jumat (24/7), harga emas spot berada di US$ 1.902,02 per ons troi. Meski hanya menguat 0,77% dalam sehari, harga emas ini mencapai level psikologis US$ 1.900 per ons troi, sekaligus melewati level tertinggi sebelumnya.

Level tertinggi harga emas spot sebelumnya adalah US$ 1.900,20 per ons troi yang tercapai pada 5 September 2011. “Kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena perseteruan AS-China mungkin akan menyebabkan pemerintah dan bank sentral berbagai negara dunia memperpanjang stimulus,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivative trading BMO kepada Reuters.

China menyerukan agar AS untuk menutup konsulat di Chengdu. Ini adalah balasan setelah AS menyerukan agar China menutup konsulat di Houston. Konflik AS-China yang berkepanjangan ini menambah tenaga harga emas yang sudah naik karena penambahan kasus baru virus corona yang tanpa henti. Jumlah kasus baru corona di AS telah melewati angka 4 juta. Sedangkan total kasus secara global telah mencapai 15,58 juta.

“Satu-satunya yang akan menurunkan harga emas adalah pengembangan cepat vaksin virus corona. Hingga ini terjadi, ketidakpastian masih akan ada,” kata Rhona O’Connell, analis StoneX kepada Reuters.Tak cuma harga emas, harga logam mulai lain pun terdongkrak. Harga perak menguat 17% dalam sepekan. Ini adalah kenaikan terbesar sejak 1987. “Investor melihat perak masih murah jika dibandingkan dengan emas dan inilah yang turut mengangkat harga,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.

Source : kontan.co.id