PT KP PRESS – Harga emas naik di atas US$ 1.800 per ons troi berkat pernyataan pejabat The Fed. Harga emas naik tipis pada perdagangan hari ini dan mempertahankan keunggulan di level psikologis US$ 1.800, karena kekhawatiran terhadap lonjakan kasus virus corona dan kembali memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan China. Alhasil, sebagai aset lindung nilai, si kuning diuntungkan

KONTAK PERKASA FUTURES – Rabu (14/7), pukul 10.00 WIB, harga emas spot naik 0,1% ke US$ 1,808.61 per ons troi. Namun, harga emas berjangka AS sedikit melemah 0,1% ke level US$ 1.811,40 per ons troi.  “Permintaan tampak kuat untuk emas sehingga masih bertahan di atas US$ 1.800 per ons troi memperlihatkan emas merupakan aset lindung nilai terhadap risiko Covid-19. Terutama setelah pemberlakuan lockdown baru di California,” kata Jeffrey Halley, Senior Market Analyst OANDA.

PT KONTAK PERKASA – Lebih lanjut Halley bilang, walau masih perkasa, namun harga emas sedikit tertahan karena suasana di Wall Street kembali ke optimis. Di sisi lain, kasus vrius coroba terus meningkat di Negeri paman Sam. Bahkan beberapa negara bagian kembali menghentikan kegiatan bisnis yang sempat dibuka untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Pandemi ini sendiri sudah menginfeksi lebih dari 13 juta orang di seluruh dunia.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pejabat Fed juga memperingatkan bahwa ekonomi AS menghadapi pemulihan lebih lama dari pandemi, dan rasa sakit ekonomi masih bisa memburuk dengan meningkatnya kasus. Ketegangan yang kembali memanas antara Washington dan Beijing juga membuat kilau emas semakin cerah. Hal tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani kebijakan tentang mengakhiri perlakuan istimewa untuk Hong Kong dan juga ditutup pintu negosiasi perdagangan “Fase 2″ dengan Negeri Tirai Bambu itu.

Permintaan safe-haven yang dihasilkan membantu emas mempertahankannya lintasan positif meskipun reli yang kuat di saham AS semalam. Ini mencerminkan peningkatan minat investor pada bullion, kepemilikan dari SPDR Gold Trust, naik 0,2% menjadi 1.206,89 ton pada Selasa, tertinggi sejak April 2013. Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Bank Jepang di kemudian hari untuk proyeksi ekonomi dan jaminan apa pun dalam langkah-langkah stimulus tambahan.

Source : kontan.co.id