PT KP PRESS – Harga emas turun 0,24% ke US$ 1.750 per ons troi pada Selasa (23/6) pagi. Harga emas spot turun pada Selasa (23/6) pagi usai mencapai titik tertinggi selama satu bulan pada hari kemarin. Dilansir dari Bloomberg pada pukul 09.24 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.750,26 per ons troi alias turun 0,24%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Agustus 2020 masih menguat 0,06% ke level US$ 1.767 per ons troi. Sebelumnya harga emas naik tipis pada hari Selasa usai mencapai titik tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Kasus virus corona yang melonjak di berbagai belahan dunia membuat investor memilih aset safe-haven.

PT KONTAK PERKASA – Infeksi corona melonjak di Amerika Latin terutama di Brazil. Sementara New York City, pemerintah mulai mengurangi pembatasan setelah 100 hari melakukan penguncian. Namun di luar New York, negara-negara bagian AS lainnya justru mengalami peningkatan kasus virus corona.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Isu Hong Kong juga merembet ke harga emas. Uni Eropa mengatakan bahwa China akan mendapat konsekuensi yang amat buruk jika Beijing melanjutkan undang-undang keamanan baru di Hong Kong yang dinilai akan membatasi hak-hak dasar warga Hong Kong.

Harga emas menyentuh level tertinggi, kekhawatiran kasus baru corona menjadi penopang

Minat pada instrumen emas di tengah kenaikan Wall Street menunjukkan bahwa likuiditas pasar global masih banjir di tengah penyebaran virus corona yang meluas. Selasa (23/6) pukul 6.53 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.755,73 per ons troi yang merupakan level penutupan tertinggi sejak November 2012. Harga emas hari ini naik 0,07% setelah kemarin naik 0,60%. Harga emas naik dalam tiga hari perdagangan berturut-turut hingga pagi ini.

Sementara indeks dolar yang mencerminkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama dunia turun pada perdagangan di awal pekan. “Ada pengalihan ke aset aman emas,” kata Bob Habekorn, senior market strategist RJO Futures. Kemarin, harga emas spot berada di level penutupan tertinggi dalam hampir 12 tahun sejak. Level intraday tertinggi paling dekat adalah pada US$ 1.764,55 pada bulan lalu. Investor masih bertahan di aset safe haven karena kekhawatiran adanya gelombang kedua virus corona yang mungkin memicu penutupan kembali aktivitas ekonomi.

Data WHO menunjukkan bahwa kasus virus corona melonjak di beberapa negara dengan kasus paling mengkhawatirkan berada di Brasil. Carlton Neel, chief executive officer Chaikin Analytics mengatakan bahwa kabar baik pada data ekonomi belum terlihat lagi. “Di satu sisi, kondisi bullish pasar keuangan menunjukkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi lebih baik daripada prediksi. Tapi bearish di pasar menunjukkan bahwa kasus virus corona terus melonjak,” kata Neel kepada Reuters.

Lonjakan kasus virus corona menyebabkan harga emas menembus level US$ 1.750 per ons troi. “Jika harga emas naik di atas US$ 1.765, maka level US$ 1.800 tidak akan terlalu jauh,” kata Habekorn. Dua pejabat Federal Reserve pada Jumat (19/6) lalu memperingatkan bahwa tingkat pengangguran bisa naik lagi jika pandemi belum bisa dikendalikan. Bank-bank sentral dunia masih mengucurkan stimulus jumbo dan menjaga suku bunga tetap rendah selama krisis. “Ada kenaikan ekspektasi inflasi yang mendorong suku bunga riil lebih rendah dan menopang harga emas,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Source : kontan.co.id