PT KP PRESS – Harga emas naik berada di US$ 1.694,04 per ons troi. Sempat tergelincir, harga emas kembali terungkit. Mengutip Bloomberg, Senin (8/6) pukul 16:15 WIB harga emas spot berada di US$ 1.694,04 per ons troi, naik 0,53% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

KONTAK PERKASA FUTURES – Minggu lalu, harga emas batangan pun sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi setelah turun 2,4%. Ini menjadi penurunan mingguan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 13 Maret lalu. Selain itu, penurunan harga emas di pekan lalu menjadi yang pelemahan ketiga secara berturut-turut.

PT KONTAK PERKASA – Data tenaga kerja AS yang secara tak terduga membaik di bulan Mei, setelah bulan sebelumnya mencetak rekor terburuk sejak Perang Dunia Kedua memang menjadi sentimen utama bagi harga emas. Untuk pekan ini, investor akan fokus menanti FOMC Meeting yang dilaksanakan di tengah pekan ini. Diharapkan The Federal Reserve bakal memberikan pernyataan terkait kondisi terkini akibat pandemi virus corona.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Seperti diketahui, kematian global akibat virus corona sudah mencapai 400.000 hingga Minggu (7/6), ketika kasus melonjak di Brasil dan India. Sementara menurut perhitungan Reuters, kasus infeksi virus corona sudah mendekati 7 juta.

Sentimen ini diprediksi mampu menahan harga emas untuk jatuh lebih dalam. Di tambah lagi adanya katalis dari demonstrasi untuk reformasi kepolisian  di Negeri Paman Sam yang masih bisa menopang si kuning.

Harga emas Antam turun, investor bisa menunggu atau beli

Penurunan harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) jadi momentum bagi investor untuk mulai ancang-ancang melakukan aksi beli. Pasalnya, penurunan kali ini diprediksi masih akan berlanjut mendekati level Rp 800.000 per gram dalam waktu dekat.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini untuk kategori beli emas pada perdagangan Senin (8/6) berada di level Rp 876.000 per gram. Angka tersebut sudah turun banyak dari level tertinggi pada Selasa (7/4) yakni Rp 972.000 per gram.

Sementara itu, untuk harga buyback emas Antam sudah menyentuh level Rp 762.000 per gram pada perdagangan Senin (8/6). Harga merosot banyak dibandingkan level tertingginya pada Selasa (7/4) yang sempat berada di level Rp 862.000 per gram.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan, penurunan harga emas Antam sejalan dengan harga emas spot yang tertekan pada perdagangan Jumat (5/6). Sedangkan pada perdagangan Senin (8/6) harga emas spot dibuka pada level US$ 1.683 per ons troi.

“Selain itu, rupiah juga bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan masih bertahan di bawah Rp 14.000 per dolar AS, sehingga harga emas Antam pun bergerak turun,” kata Ariston kepada Kontan.co.id, Senin (8/6).

Ariston menjelaskan, pelemahan harga emas spot dan penguatan rupiah terhadap dolar AS saat ini didukung respons positif pasar terhadap pembukaan kembali perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Pembukaan aktivitas ekonomi ikut memunculkan harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Tapi, harga emas diperkirakan belum akan masuk dalam tren penurunan mengingat perekonomian masih tertekan akibat Covid-19. Ditambah lagi, peluang perang dagang antara AS dan China kembali memanas. “Hanya saja, peluang harga emas untuk turun semakin membesar, jika pembukaan ekonomi tidak memicu kenaikan jumlah penyebaran wabah,” kata Ariston.

Untuk itu, dengan berbagai sentimen yang ada saat ini Ariston memperkirakan harga emas Antam masih berpeluang untuk mendekati harga Rp 800.000 per gram dalam waktu dekat. Investor disarankan wait and see terlebih dulu.

“Dalam waktu dekat, harga emas masih ada potensi mengalami tekanan lebih lanjut, dan bertahan di kisaran Rp 850.000 per gram akhir tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan penurunan harga emas Antam juga didukung positifnya data non farm payroll AS. Hingga akhir Mei, data non farm payroll AS menunjukkan pertambahan jumlah orang yang diperkerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintah sebesar 2,5 juta orang.

Kondisi tersebut, sekaligus berhasil menekan angka pengangguran AS menjadi 13,3% dari sebelumnya 14,7%. Alhasil sejalan dengan itu nilai tukar dolar AS bergerak positif atau menguat. Mengutip Bloomberg, Senin (8/6) nilai tukar rupiah ditutup koreksi tipis 0,05% di level Rp 13.885 per dolar AS.

“Senin (8/6) jadi waktu yang tepat untuk beli emas Antam, karena rupiah masih di bawah Rp 14.000 per dolar AS, dan harga emas spot masih di bawah US$ 1.700 per ons troi,” tegas Suluh kepada Kontan.co.id, Minggu (8/6).

Source : kontan.co.id