PT KP PRESS – Harga emas turun 2% gara-gara data pekerjaan AS bulan Mei. Harga emas turun lebih dari 2% pada hari Jumat (5/6). Meningkatnya harapan akan segera pulihnya perekonomian setelah rilis data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) yang positif di luar dugaan, mengurangi permintaan untuk aset safe havens.

KONTAK PERKASA FUTURES – Melansir Reuters, harga emas spot turun 2% menjadi US$ 1.675,70 per ons troi pada pukul 11:08 ET (1508 GMT). Sedangkan, harga emas kontrak berjangka AS turun 2,8% menjadi US$ 1.678,40 per ons troi. Bullion telah menurun sekitar 3% sejauh pekan ini, di jalur untuk penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 Maret.

PT KONTAK PERKASA – “Kami memiliki angka penggajian AS yang secara signifikan lebih kuat dari perkiraan – peningkatan 2,5 juta versus ekspektasi penurunan 7,5 juta – bahwa ayunan 10 juta telah memajukan harapan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat,” kata Bart Melek, head of commodity strategies TD Securities.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas juga tertekan oleh imbal hasil yang lebih kuat dan dolar yang sedikit menguat, “yang berarti biaya peluang untuk menyimpan emas dalam portofolio telah naik,” tambah Melek. Di sisi lain, Wall Street melonjak karena data terbaru dari AS menunjukkan penurunan drastis tingkat pengangguran menjadi 13,3% pada Mei dari 14,7% pada April karena PHK mereda.

Rilis data ketenagakerjaan AS ini diumumkan jelang Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan. Bank sentral telah menyuntikkan stimulus besar-besaran dan memangkas suku bunga mendekati nol untuk meredam pukulan dari pandemi corona.

Namun, “kami masih memiliki ketidakpastian ekonomi, ketegangan perdagangan, masalah di (Amerika) … untuk jangka panjang, pengaruhnya jelas lebih positif (untuk emas) daripada negatif,” kata analis INTL FCStone Rhona O ‘ Connell.

Di tempat lain, paladium naik lebih tinggi 0,2% menjadi US$ 1.937,20 per ons troi dan platinum turun 3,6% menjadi US$ 806,45. Sedangkan, harga perak tergelincir 2,4% menjadi $ 17,29 per ons troi.

Belum sejalan, harga logam mulia di sisa 2020 bakal mengekor emas

Belum menunjukkan arah pergerakan yang kompak, prospek harga logam mulia ke depan diperkirakan masih akan menanjak. Bahkan, analis masih merekomendasikan buy untuk komoditas logam mulia saat ini.

Mengutip Bloomberg, dalam lima bulan terakhir hanya harga emas yang berhasil mencatatkan kenaikan sekitar 14,97% dari US$ 1.523 per ons troi 31 Desember 2019, menjadi US$ 1.751 per ons troi per 29 Mei 2020.

Sebaliknya, platinum justru jadi logam mulia yang mencatatkan penurunan 13,30% dari US$ 966,58 per ons troi di akhir 2019, menjadi US$ 837,97 per ons troi di akhir Mei 2020.

Sementara itu, pergerakan harga Silver atau perak cenderung moderat ke arah kenaikan di mana per 31 Desember 2019 harga berada di level US$ 17,92 per ons troi, dan per 29 Mei 2020 berada di level US$ 18,5 per ons troi atau naik 3,24%.

Sedangkan untuk Paladium bergerak moderat dengan kecenderungan turun tipis 0,31% dari level US$ 1.945 per ons troi di akhir 2019 menjadi 1.939 per ons troi di akhir Mei 2020.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, ke depan tren pergerakan komoditas logam mulia akan mengekor pergerakan harga emas yang naik sepanjang 2020.

Dia menjelaskan, perbedaan pergerakan harga saat ini dipengaruhi perbedaan sentimen pada masing-masing komoditas logam mulia tersebut.

Konsumsi masing-masing logam mulia berbeda, untuk emas selain dia adalah safe haven, investor juga mengincar emas dalam bentuk fisik dan membuat harganya cenderung meningkat.

“Meskipun begitu, hari ini harga emas cenderung tertekan, seiring dengan penguatan dollar AS usai data non farm payroll (NFP) AS dirilis positif,” kata Suluh kepada Kontan, Minggu (7/6).

Sementara itu, tren penurunan harga platinum dikarenakan komoditas tersebut banyak terpengaruhi sentimen industri manufaktur.

Sebagaimana diketahui, sejak virus Korona menyebar masif sejak Maret 2020, industri manufaktur di seluruh dunia cenderung mangkrak karena adanya aturan pembatasan aktifitas, termasuk di pabrik.

Data kinerja manufaktur di beberapa negara seperti AS, China dan negara lainnya telah mempengaruhi permintaan akan platinum, dan membuat harga cenderung turun.

Untuk pergerakan silver, Suluh mengaku tidak akan bergerak banyak dan masih berada di rentang support US$ 13 per ons troi dan resistance di level US$ 18 per ons troi.

Sedangkan paladium, harganya sudah naik cukup tinggi di 2019, sehingga wajar jika saat ini harganya cenderung bergerak moderat atau cenderung turun.

“Semuanya akan ngekor emas pada akhirnya, kalau ada yang belum bergerak seperti paladium, itu karena dia sempat naik sendiri tahun lalu jadi sekarang waktunya ambil untuk atau hold,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Suluh memperkirakan tren pergerakan logam mulia hingga sisa 2020 tidak akan jauh berbeda seperti pergerakan lima bulan terakhir. Syaratnya, reopen Amerika Serikat (AS) bisa berjalan dengan baik, disertai pelaksanaan pemilu AS di Oktober 2020 yang berlangsung aman dan lancar dan akan mempengaruhi pergerakan dollar AS secara keseluruhan.

Proyeksinya, harga emas akan bergerak menuju US$ 1.800 per ons troi, diikuti dengan paladium di kisaran US$ 2.000 per ons troi, silver di US$ 20 per dollar AS dan platinum di kisaran US$ 1.000 per ons troi. Untuk emas, silver dan platinum, Suluh masih merekomendasikan beli, sedangkan untuk paladium bisa hold.

“Untuk emas, selama harga masih berada di level US$ 1.700 per ons troi bisa beli, tapi kalau sudah di atas itu rasanya sudah kemahalan,” tandasnya.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono memperkirakan harga emas masih bisa menuju kisaran US$ 1.800 per ons troi hingga US$ 1.900 per ons troi tahun ini. Di mana, harga komoditas lainnya juga akan mengekor baik perak, paladium hingga platinum.

“Tapi perlu waktu lebih lama sepertinya, hanya untuk mengejar ketertinggalannya dan bukan mengejar historical high masing-masing,” ungkap Wahyu kepada Kontan, Minggu (7/6).

Bahkan, level resistance untuk platinum dan silver diyakini masih cukup banyak ke depan. Sehingga, Wahyu merekomendasikan buy on weakness untuk paladium, silver hingga platinum.

“Bahkan pergerakan harga perak Mei lalu sempat melonjak signifikan. Jadi trennya semua akan mengekor emas, hanya timing-nya belakangan daripada emas,” tegas Wahyu.

Source : kontan.co.id