KONTAK PERKASA FUTURES – Pada akhir pekan lalu, pejabat pemerintah China secara tiba-tiba membatalkan kunjungannya ke wilayah pertanian di Amerika Serikat (AS). Pembatalan ini tidak sesuai ekspektasi pasar yang menginginkan hasil positif atas perundingan yang terjadi antara pejabat AS dan China akhir pekan lalu.

PT KONTAK PERKASA – Pembatalan kunjungan tersebut menyebabkan harga emas kontrak 3 bulanan mengalami kenaikan di awal pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 15.17 WIB, harga emas untuk kontrak Desember 2019 berada di level US$ 1525,40 per ons troi. Hal tersebut menandakan adanya kenaikan sebesar 0,68% dari pekan lalu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pada akhir pekan lalu, harga emas kontrak 3 bulanan tersebut berada di level US$ 1515.10 per ons troi. Analis Asia Trade Futures Deddy Yusuf mengatakan bahwa pembatalan kunjungan tersebut menambah ketidakpastian pada situasi perang dagang. Ia bilang hal ini menimbulkan pertanyaan pada investor mengenai negosiasi dagang yang rencananya diadakan pada awal bulan Oktober akan terjadi atau tidak.

“Padahal investor pada awal pekan lalu berharap negosiasi dagang di awal bulan depan dapat terlaksana serta edkspektasinya juga besar,” ujar Deddy.

Deddy juga mengemukakan bahwa presiden AS Donald Trump sempat memberikan pernyataan bahwa dengan kondisi ekonomi saat ini, Trump bisa kembali mengaktifkan tarif impor terhadap China.

Sebelumnya, Trump menunda kenaikan tarif impor tersebut yang rencananya berlaku pada 1 Oktober 2019. “Bisa saja dengan kondisi ini, Trump bisa menaikkan tarif impor ini lebih awal dari yang diperkirakan semula,” jelas Deddy.

Selain itu, Deddy berpendapat sentimen positif emas juga datang dari kondisi geopolitik di Timur Tengah. Ia menyampaikan bahwa masih ada kekhawatiran akan terjadinya serangan terbuka yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya terhadap Iran.

Ia juga bilang bahwa akhir pekan lalu AS juga sudah menambah pasukannya di Arab Saudi. “Emas juga masih belum lepas dari kekhawatiran investor terhadap kondisi di Timur Tengah,” ujar Deddy.

Deddy juga berpendapat bahwa timbul adanya kekhawatiran terhadap resesi yang terjadi di AS. Kekhawatiran ini bisa menambah sentimen positif bagi emas sendiri.

Ia bilang tanda-tanda resesi dikarenakan bank sentral AS dalam tiga hari berturut-turut menggelontorkan dana sebesar Rp 3.800 triliun. “Ini sebagai upaya The Fed untuk mengatasi kelangkaan likuiditas dari bank-bank di AS,” ujar Deddy.

Deddy optimis harga emas bisa kembali bergulir dan bertahan di atas US$ 1.500 per ons troi selama pekan ini hingga pekan depan. Ia bilang saat ini investor juga sedang mencermati perkembangan terbaru terkait sentimen-sentimen yang bisa mendorong perkembangan harga emas.

Menurut Deddy, saat ini masih minim sentimen yang bisa memicu harga emas bergerak turun.

Deddy memprediksi harga emas akan berada di kisaran US$ 1505,40 – US$ 1524,10 per ons troi pada esok hari. Ia juga bilang bahwa sentimen perang dagang dan kondisi geopolitik masih tinggi di pekan ini, harga emas juga masih akan bergerak naik.

Di pekan ini, ia memperkirakan harga emas bisa berada di kisaran US$ 1505,40 – US$ 1534,90 per ons troi.

Source : kontan.co.id