PT KP PRESS – Harga emas turun tipis ke US$ 1.711 pada Kamis (30/4) pagi. Harga emas masih bergerak di kisaran sempit pada rentang harga mendekati level tertinggi. Harga emas pagi ini terkoreksi tipis setelah kemarin naik 0,33%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kamis (30/4) pukul 7.42 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.711,64 per ons troi, turun 0,10% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

PT KONTAK PERKASA – Optimisme obat virus corona dari Gilead Sciences menjadi sentimen positif pasar keuangan yang menyebabkan Wall Street melesat lebih dari 2% pada perdagangan kemarin. “Ada minat risiko di pasar saham Amerika Serikat (AS) dan saya pikir terjadi ambil untung pada emas. Investor pun mengambil posisi kembali untuk kenaikan harga emas selanjutnya,” kata Michael Matousek, head trader US Global Investors kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Investor masih cenderung berhati-hati akibat peringatan Federal Open Market Committee (FOMC) bahwa permintaan yang melemah dan harga minyak yang merosot menyebabkan inflasi konsumen turun.

Disrupsi aktivitas ekonomi di dalam dan luar negeri sangat mempengaruhi kondisi finansial dan mengganggu aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis AS. “Krisis kesehatan akan menekan aktivitas ekonomi, ketenagakerjaan, dan inflasi di jangka pendek, serta menimbulkan risiko yang cukup besar bagi outlook ekonomi dalam jangka menengah,” ungkap FOMC dalam pernyataan, Rabu (29/4).

“Komentar penting FOMC adalah kekhawatiran penurunan outlook ekonomi dalam jangka menengah sehingga ini menunjukkan bahwa bank sentral akan tetap memegang kebijakan akomodatif untuk beberapa tahun ke depan,” kata Guy LeBas, chief fixed income strategist Janney Montgomery Scott kepada Reuters.

Prospek harga emas selanjutnya masih positif mengingat ekonomi AS diramal masih tertekan pada kuartal kedua 2020.

Harga emas spot berbalik turun tipis menjadi US$ 1.707,17 per ons troi (29/04)

Harga emas masih berada di posisi tinggi. Mengutip Bloomberg, Rabu (29/4) pukul 15:25 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.707,17 per ons troi turun 0,04% dari harga penutupan kemarin.

Harga emas masih berada di posisi tinggi karena dolar AS melemah di tengah rencana untuk melonggarkan ekonomi utama dari kuncian pandemi virus corona. Sementara investor menunggu kebijakan dari pernyataan Federal Reserve AS yang akan dirilis hari ini.

Tercatat, Italia, Selandia Baru, dan Jerman mengumumkan pelonggaran karantina. Sebagian negara bagian Amerika Serikat (AS) juga melonggarkan pembatasan bisnis. Sedangkan Inggris masih melihat pelonggaran terlalu dini untuk dilakukan.

Bank-bank sentral dunia meluncurkan stimulus untuk mengatasi dampak finansial virus corona. Pemerintah-pemerintah negara dunia pun meluncurkan sejumlah stimulus fiskal untuk menopang ekonomi di tengah penurunan aktivitas bisnis.

“Tumbangnya permintaan akibat virus corona tidak bisa dianggap enteng. Volatilitas pasar finansial masih tinggi dan logam mulia terutama emas masih menjadi lindung nilai dalam portofolio investor dari aset finansial lain,”  kata Avtar Sandu, senior commodities manager Phillip Futures dalam catatan yang dikutip Reuters.

Pasar emas menunggu perkembangan dari rapat Federal Reserve yang diumumkan hari ini dan European Central Bank (ECB) esok.

Sementara itu, pasar fisik emas menunjukkan pelemahan sepanjang lockdown. China Gold Association mengatakan, pembelian emas turun hampir separuh pada kuartal pertama. Langkah pembatasan serta kenaikan harga menyebabkan permintaan emas di China merosot.

“Permintaan emas fisik menekan keriuhan emas dan ini menjadi risiko konsolidasi serta potensi penurunan harga,”  kata Hansen. Tapi dia melihat harga emas tidak akan bergerak terlalu jauh setelah lockdown dibuka.

Source : kontan.co.id