PT KP PRESS – Harga emas turun dalam tiga hari berturut-turut, masih bertahan di atas US$ 1.700. Harga emas turun di hari ketiga perdagangan berturut-turut setelah menyentuh level tertinggi sejak November 2012. Selasa (28/4) pukul 6.50 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.710 per ons troi, turun 0,23% dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.713,99 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, harga emas mengakumulasi penurunan 1,18% dari posisi US$ 1.730,51 per ons troi yang tercapai pada Kamis (23/4) lalu. Minat risiko yang mulai muncul setelah kenaikan di pasar saham dan pelonggaran stay-at home di Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab penurunan harga emas dalam tiga hari perdagangan terakhir. Kemarin, tiga indeks utama Wall Street naik lebih dari 1%.

PT KONTAK PERKASA – Vandana Bharti, assistant vice-president of commodity research SMC Comtrade mengatakan bahwa kenaikan di pasar saham dan logam dasar serta resistance teknikal menekan harga emas. “Ketika stimulus dikucurkan dan pasar tidak bereaksi, maka terjadi pembelian emas. Tapi kali ini kita melihat reaksi positif di pasar saham,”  kata Bharti kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham Asia terangkat sejak Senin pagi setelah Bank of Japan mengumumkan pembelian aset lebih besar dan tidak membatasi pembelian obligasi negara untuk melawan kejatuhan ekonomi akibat pandemi virus corona. Stimulus yang dikucurkan berbagai negara bisa memicu inflasi dan pelemahan mata uang sehingga harga emas akan diuntungkan dalam jangka panjang.

Pada saat ini, perkembangan virus corona akan menjadi perhatian pasar. Jika penyebaran virus telah mencapai puncak, pasar saham bisa naik dan harga emas turun.

Pasokan emas fisik berkurang, pembeli berani bayar lebih mahal tiga kali lipat

Investor ritel tampaknya tidak mendapatkan cukup emas selama krisis kesehatan akibat pandemi virus corona Covid 19. Bahkan investor ritel bersedia membayar dengan nilai mengejutkan untuk mendapatkannya.

Konsumen yang ingin membeli koin emas biasanya harus membayar lebih dari harga per ons yang dikutip di bursa London dan New York. “Nilainya lebih tinggi US$ 135, naik tiga kali lipat dari dua bulan lalu,” kata Robert Higgins, CEO Argent Asset Group LLC di Wilmington, Delaware seperti dikutip Bloomberg.

“Tidak pernah ada waktu bagi American Gold Eagles di tingkat premium ini,” kata Higgins dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

Lonjakan ini diperburuk karena pembatasan gerak untuk pencegahan penyebaran virus corona. Ini menyebabkan berkurangnya pasokan koin emas dan emas batangan yang tersedia untuk pengiriman di seluruh dunia.

Pada saat yang sama, status emas batangan kini makin memikat para investor yang bingung akibat gejolak ekonomi. “Dunia dalam ketidakseimbangan pasokan dan permintaan sehingga selama kondisi tersebut terjadi maka premi harga emas akan tetap ada,” kata Higgins.

Koin emas melonjak karena tekanan pasokan dan melonjaknya permintaan. Nilai koin emas Certified Coin Exchange berada pada level tertinggi dalam enam tahun.

Tahun lalu, permintaan emas batangan dan emas koin turun 20%. Ini permintaan terendah sejak 2009. World Gold Council menyebut, kondisi ini merugikan sebab para pembeli ritel emas.

Tapi di tahun 2020, kondisi tersebut berbalik. Para investor kembali membeli koin emas yang dijual oleh Mint Amerika Serikat. Pembelian emas pada bulan Maret dalam laju tercepat dalam tiga tahun.

Higgins yang juga mengoperasikan bisnis grosir emas dan biasanya menangani rata-rata 1 juta hingga 1,5 juta ons emas setiap bulan. Tapi kini permintaan melonjak ke lebih dari 6,5 juta ons pada bulan Maret. Ini terjadi karena beberapa penyuling logam mulai melanjutkan operasi parsial.

Mish International Monetary Inc., dealer logam mulia dan koin emas di Menlo Park, California, yang menjual koin emas juga mengatakan jika para pelanggan bersedia membayar koin emas satu ons dengan harga lebih tinggi 7% dari harga spot atau hampir US$ 1.851 per ons troi. Sementara saat itu harga spot Jumat ditutup di US$ 1.729,60 per troi ons.

“Ini gila,” kata Presiden Mish Robert Mish. Menurut dia ini karena, banyak pembeli tidak mempercayai sistem lagi dan ingin mendapatkan logam mulia di tangan mereka dengan pasti.

Source : kontan.co.id