PT KP PRESS – Harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam delapan tahun, ini warning analis! Emas dunia saat ini tengah mengilap. Setelah pada sepekan lalu berhasil menguat 4,45% secara mingguan, harga si kuning terpantau melanjutkan kenaikan dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

KONTAK PERKASA FUTURES – Merujuk Bloomberg, harga emas spot pada pukul 15.30 WIB berada di level US$ 1.722,49 per ons troi, menguat 0,42% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin. Level emas saat ini merupakan yang tertinggi sejak 30 November 2012 silam.

PT KONTAK PERKASA – Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menjelaskan, penguatan harga emas dunia tidak terlepas dari kembali meningkatnya permintaan safe haven. Setelah beberapa waktu lalu sempat ditinggalkan karena investor lebih memilih uang tunai, perkembangan terbaru terkait pandemi corona membuat emas kembali dilirik.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Pamor emas semakin meningkat setelah The Fed kembali menggelontorkan stimulus sebesar US$ 2,3 triliun. Kebijakan ini melengkapi stimulus sebelumnya, yang kemudian mengangkat harga emas ke level tertinggi 8 tahun sekaligus melemahkan the greenback,” ujar Alwi kepada Kontan.co.id, Selasa (14/4).

Alwi menambahkan, keputusan tersebut diambil The Fed seiring dengan angka klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang kembali melonjak 6,6 juta pada minggu lalu. Dalam dua pekan terakhir, terakhir jumlah orang yang tidak bekerja di AS mencapai 17 juta.

Sementara Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, adanya sentimen pengalihan risk-off ini sebenarnya membuat kenaikan harga emas rawan terkoreksi. Pasalnya level saat ini sudah mencapai level equivalent atau sama dengan harga tinggi sebelumnya.

“Ini akan membuat sebagian buyer merasa harga terlalu tinggi sehingga tidak layak untuk dibeli dan potensi terkoreksi. Secara umum harga emas memang masih bullish, hanya saja rentan terhadap koreksi,” terang Sutopo.

Usai sentuh level tertinggi, harga emas pagi ini nangkring di US$ 1.721 per ons troi

Harga emas masih berkilauan usai mencapai rekor tertingginya dalam tujuh tahun. Meski pagi ini harga emas cenderung menurun.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (15/4) pukul 09.40 WIB, harga emas spot turun 0,30% ke US$ 1.721,80 per ons troi.

Sementara harga emas Comex untuk pengiriman Juni 2020 berada di level US$ 1.750,30 per ons troi alias melemah 1,05%.

Dilansir dari Reuters, harga emas global masih cenderung stabil pada hari ini karena kekhawatiran investor akan kelesuan ekonomi global akibat pandemi virus corona terus meningkat sehingga mendukung pergerakan harga safe-haven.

Di sisi lain, target Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memulai kembali pada 1 Mei dinilai sejumlah analis sebagai sesuatu yang terlalu optimistis.

“Emas telah didorong lebih tinggi oleh sejumlah besar uang yang dipompa bank sentral berbagai negara ke pasar dan paket penyelamatan yang terus diluncurkan masing-masing negara untuk mendukung ekonomi mereka,” tulis tim analis Commerzbank.

Source : kontan.co.id