PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas kembali melonjak. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (11/9) pukul 16.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.493,31 per ons troi. Naik 0,51% dibandingkan penutupan kemarin. Sementara, harga emas untuk Emas berjangka Amerika Serikat (AS) bergerak flat di posisi US$ 1.499,3 per ons troi.

Harga emas spot ini bergerak di dekat level terendah empat minggu di sesi sebelumnya karena selera risiko meningkat di tengah harapan penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa dan langkah-langkah stimulus fiskal dari Jerman, ekonomi terbesar Eropa.

Harga emas sempat turun mencapai titik terendah hampir sebulan ini. Hal tersebut disebabkan karena meningkatnya imbal hasil obligasi dan dolar AS sehingga membuat daya tarik aset safe-haven.

Imbal hasil AS naik karena harapan meredakan ketegangan perdagangan AS dan China dan ekspektasi langkah-langkah stimulus fiskal oleh bank sentral global yang mendorong sentimen risiko.

“Kami melihat likuidasi safe haven di pasar, tidak ada alasan untuk safe haven saat ini. Meskipun ekuitas menarik kembali hari ini, mereka menunjukkan beberapa kekuatan residual,” kata Phillip Streible, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures.

Jumat pekan lalu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS mengatakan, para spekulan meningkatkan posisi bullish mereka dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam minggu ini hingga 3 September. Dolar AS yang naik, membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Para analis memprediksi secara umum harga emas masih akan positif. “Kami sekarang memperkirakan harga emas akan diperdagangkan lebih kuat untuk waktu yang lebih lama, mungkin menembus US$ 2.000 / oz dan membukukan tertinggi siklus baru di beberapa titik dalam satu atau dua tahun mendatang,” tulis analis Citi Bank dalam sebuah catatan.

Sinyal pelonggaran moneter dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS/The Fed) yang semakin jelas, membuat sebagian pelaku pasar cenderung berpaling dari aset safe haven. Ini tercermin dari harga emas yang cenderung mengalami penurunan dalam sepekan terakhir.

Mengutip Bloomberg, pada perdagangan Rabu (11/9) pukul 16:59 WIB pergerakan harga emas di pasar spot masih berada di bawah level psikologis yakni US$ 1.492,99 per ons troi. Sedangkan untuk harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 tercatat naik 0,15% di level US$ 1.501,50 per ons troi.

Meskipun begitu, pergerakan harga emas sepekan cenderung melemah, setelah pekan lalu (4/9) emas spot sempat menyentuh US$ 1.552,55 per ons troi. Capaian tersebut sekaligus menjadi level tertinggi di 2019.

“Kalau kami lihat, alasan utamanya (penurunan) karena The Fed mulai menurunkan suku bunga acuannya,” kata Direktur Utama Avrist Asset Management Hanif Mantiq kepada Kontan, Rabu (11/9).

Menurutnya, meskipun ada kemungkinan minat terhadap aset safe haven turun, namun investasi emas masih jadi pilihan paling prospektif. Apalagi, China mulai menimbun pasokan emas untuk dijadikan sebagai cadangan devisanya. Langkah tersebut sekaligus untuk menekan ketergantungan Negeri Tirai Bambu terhadap dollar AS.

Untuk itu, Hanif cenderung merekomendasikan investor untuk melakukan profit taking sementara dari aset safe haven. Apalagi, jika terjadi koreksi di pasar modal, investor bisa menjual aset safe havennya untuk kemudian dipindahkan ke instrumen berisiko seperti saham dan obligasi.

Source : kontan.co.id