PT KP PRESS – Harga emas turun 0,60% ke US$ 1.607,24 per ons troi (26/03/20). Harga emas kembali menunjukkan pelemahan pada Kamis (26/3) menjelang sore ini ini. Melansir Bloomberg pukul 16.07 WIB, emas spot turun 0,60% ke level US$ 1.607,24 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Juni 2020 ada di level US$ 1.622,80 per ons troi atau turun 0,70%. Harga emas melemah di tengah langkah investor yang bergegas untuk memegang uang tunai sambil menunggu paket stimulus Amerika Serikat (AS) US$ 2 triliun untuk menopang perekonomian yang tersengat pandemi virus corona.

PT KONTAK PERKASA – Para pimpinan Partai Republik dan Demokrat yang duduk di Senat AS berharap untuk memberikan suara pada hari Rabu atas paket stimulus senilai US$ 2 triliun untuk mengurangi dampak ekonomi akibat virus corona. “Ganjalan pada menit-menit terakhir untuk pengesahan RUU stimulus sedang dalam proses negosiasi dan kemungkinan akan meloloskan jalan menuju pengesahan,” kata Senator Lindsey Graham.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Asal tahu, pasar saham Asia berhati-hati pada awal perdagangan Kamis pagi. Investor menunggu bagian dan perincian paket stimulus AS untuk memerangi dampak ekonomi dari virus corona.

Harga emas Antam sulit mencapai Rp 1 juta meski terus menembus rekor baru

Kenaikan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terus berlanjut. Berdasar situs Logam Mulia Kamis (26/3), harga emas Antam naik sebesar Rp 5.000 di posisi Rp 924.000 per gram. Sedangkan harga buyback juga mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 1.000 per gram di posisi Rp 837.000 per gram.

Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwy Assegaf menilai, kenaikan harga emas Antam saat ini masih dipengaruhi sentimen global akibat pandemi virus corona. Ditambah, langkah The Fed yang kembali mengeluarkan stimulus. Stimulus itu diberikan sebagai upaya untuk menstabilkan perekonomian Amerika Serikat (AS). Imbasnya, peredaran dolar AS pun meningkat sehingga melemahkan dolar AS.

Sebagai informasi, Senat Amerika telah menyetujui untuk memberikan stimulus sebesar US$ 2 triliun. Dalam kebijakan itu, pemerintah AS juga akan membiayai seluruh masyarakat dengan dana sebesar US$ 3.000. “Kabar tersebut menguntungkan emas sehingga terdongkrak,” kata Alwy.

Senada dengan Alwy, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo melihat dengan adanya stimulus yang diberikan oleh The Fed akan berdampak pada terputusnya hubungan antara pasar uang dan logam mulia. Kebijakan itu memicu bank-bank mulai mengurangi posisi emasnya.

Direktur Utama PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim melihat pergerakan emas ke depan cenderung terbatas. Ibrahim bilang pelaku pasar saat ini sedang fokus terhadap stimulus yang telah digelontorkan.

Bila berangsur pudar, pelaku pasar mengembalikan fokusnya terhadap perkembangan pandemi virus corona yang menyebabkan harga emas akan kembali meningkat. “Namun, akan cenderung terkoreksi akibat aksi profit-taking,” tambah Ibrahim.

Dengan kondisi tersebut, Alwy melihat pelaku pasar cenderung memburu emas dibanding uang. Pengaruh tingginya nilai emas menjadi salah satu penyebabnya. Namun, berkaca dari keadaan yang kurang pasti, Alwy merekomendasikan hold untuk pelaku pasar yang sudah memiliki emas.

Source : kontan.co.id