PT KP PRESS – Harga emas turun 1,60% ke US$ 1.606,25 per ons troi (25/03/20). Harga emas hari Rabu (25/3) ini terpapar kebimbangan investor. Padahal harapan pada laju ekonomi AS kian meningkat yang berusaha didorong oleh paket stimulus untuk melindungi ekonomi dari wabah virus corona.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot 16.00 WIB berada di level US$ 1.606,25 per ons troi alias melemah 1,60%. Di sisi lain, harga emas Comex untuk pengiriman Juni 2020 melemah 1,34% ke level US$ 1.641 per ons troi. “Emas telah diuntungkan dari ekspektasi masif atas langkah-langkah stimulus yang kemungkinan akan disetujui oleh Amerika Serikat.

PT KONTAK PERKASA – Investor merasa emas mungkin akan lebih bernilai,” kata John Sharma, ekonom di National Australia Bank seperti dikutip Reuters. Bagaimanapun, ia mengatakan pikiran investor masih akan terbelah apakah akan mencari perlindungan lewat emas atau dalam bentuk uang tunai.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Politisi AS sendiri mengatakan bahwa mereka makin dekat dengan kesepakatan pada paket stimulus senilai US$ 2 triliun untuk membatasi korban ekonomi akibat pandemi corona. Bursa saham Asia memperpanjang reli mereka setelah Wall Street melonjak saat Kongres AS tampak lebih dekat untuk menyetujui paket stimulus.

Naik cukup tinggi, investasi emas Antam masih menarik dalam jangka panjang

Pergerakan harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diprediksi masih akan meningkat dalam jangka pendek. Kondisi ini layak untuk dimanfaatkan investor yang berencana investasi emas di jangka panjang.

Asal tahu saja, kemarin Selasa (24/3) harga emas Antam tercatat melejit Rp 28.000 ke Rp 919.000 per gram. Adapun untuk harga buyback emas Antam kemarin naik Rp 26.000 menjadi Rp 836.000 per gram.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengungkapkan, kenaikan harga emas Antam kemarin (24/3) didukung oleh kenaikan harga emas spot yang menyentuh level US$ 1.552 per ons troi pada perdagangan Senin (23/3). Ditambah lagi, pergerakan nilai tukar rupiah terus tertekan hingga ke level Rp 16.575 per dolar AS.

“Harga emas spot kembali menguat karena suplai emas berkurang yang disebabkan tutupnya operasional produsen emas di beberapa negara akibat wabah Korona,” kata Ariston kepada Kontan.co.id, Rabu (25/3).

Selain itu, kenaikan harga emas spot juga didukung oleh paket stimulus moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memberikan optimisme di pasar keuangan. Apalagi, belakangan ini pergerakan harga emas spot cenderung bergerak searah indeks saham atau aset berisiko.

Source : kontan.co.id