PT KP PRESS – Harga emas turun di US$ 1.481,43 per ons troi (19/03/20). Sempat naik di sesi awal perdagangan, harga emas kembali meredup. Mengutip Bloomberg, Kamis (19/3) pukul 13:33 WIB harga emas spot berada di US$ 1.481,43 per ons troi, turun 0,31% dari penutupan kemarin. Dampak ekonomi dari epidemi coronavirus masih mempengaruhi pergerakan harga emas spot tersebut.

KONTAK PERKASA FUTURES – Tercatat, hari Rabu (18/3) harga logam mulia mengalami penurunan karena investor menjual seluruh aset untuk menimbun uang tunai. Emas berjangka AS naik 1,2% menjadi US$ 1.495,80 per ons troi. Tercatat pasar saham Asia berjuang untuk stabil, karena janji stimulus terbaru dari Bank Sentral Eropa menopang sentimen sementara dunia berjuang untuk menahan pandemi virus. Saham berjangka AS berubah positif.

PT KONTAK PERKASA – Bank Sentral Eropa meluncurkan program pembelian obligasi darurat senilai 750 miliar euro (US$ 818 miliar) pada hari Rabu untuk menekan biaya pinjaman dalam blok yang berjuang dengan kejatuhan ekonomi akibat virus corona. Inflasi konsumen inti tahunan Jepang mereda pada Februari karena harga energi turun dan wabah itu mengaburkan prospek karena konsumen tumbuh lebih berhati-hati tentang pengeluaran, menambah kekhawatiran ekonomi bisa meluncur ke dalam resesi.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan membentuk panel menteri pada hari Kamis untuk menyusun paket untuk membantu ekonomi mengatasi pukulan dari wabah. Sementara, Kanselir Angela Merkel mendesak semua warga Jerman untuk membantu memerangi penyebaran virus dengan tetap berpegang pada aturan yang bertujuan mengurangi kontak sosial langsung dan menghindari sebanyak mungkin infeksi baru.

Presiden AS Donald Trump bergerak untuk mempercepat produksi peralatan medis yang sangat dibutuhkan untuk memerangi pandemi virus dan mengatakan perkiraan bahwa pengangguran AS dapat mencapai 20% adalah skenario kasus terburuk.

Kilau emas sebagai safe haven memudar

Harga emas global kembali meredup. Daya tarik emas sebagai aset lindung nilai alias safe haven kalah dari dolar Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Kamis (19/3) pukul 11:00 WIB harga emas spot berada di US$ 1.471,52 per ons troi, turun 0,98% dari penutupan hari sebelumnya yang berada di US$ 1.486,05 per ons troi.

Andria Pichidi, Market Analyst HFX Internasional Berjangka mengatakan, emas mulai kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai. Alasan kejatuhan emas adalah margin call yang memaksa investor untuk menjual emas guna menutupi kerugian instrumen investasi lain, terutama ekuitas.

“Pola serupa terlihat sama dengan krisis keuangan 2008-2009 ketika harga emas turun sejalan dengan penurunan pasar ekuitas selama sekitar tiga bulan,” kata Andria dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Rabu (18/3).

Faktor lain yang membebani emas juga datang dari harapan bahwa negara-negara akan dipaksa menjual sebagian dari cadangan emas mereka untuk membayar langkah-langkah dalam menangani pandemi korona.

Analis HFX Internasional Berjangka Ady Phangestu menambahkan, tren pelonggaran kebijakan dan stimulus yang agresif diberikan bank sentral global membawa investor cenderung berpikir bahwa emas jadi instrumen investasi yang tepat sebagai aset lindung nilai.

Namun, kondisi saat ini sedikit berbeda. Di tengah-tengah tren quantitavie easing yang dipelopori oleh Federal Reserve, kini pasar dalam kondisi bimbang.  Terlihat baik pasar saham tertahan kenaikan begitupun dengan harga emas.

“Pada titik ini, istilah terbaik untuk menggambarkan tindakan kini baik di pasar saham maupun emas adalah optimisme yang berhati-hati,” kata Ady dalam riset.

Source : kontan.co.id