PT KP PRESS – Harga emas hari ini anjlok lebih dari 2% gara-gara investor membuang logam mulia demi uang tunai, setelah langkah-langkah stimulus tambahan Amerika Serikat (AS) gagal menenangkan pasar yang terpukul peningkatan kekhawatiran atas virus corona baru.

KONTAK PERKASA FUTURES – Mengacu Bloomberg pukul 22.47 WIB, harga emas hari ini di pasar spot ambles 2,66% menjadi US$ 1.487,70 per ons troi. Sementara harga emas berjangka AS merosot 2,09% ke level US$ 1.493,90.

PT KONTAK PERKASA – “Emas terus menderita dari kepanikan risk-off di pasar, diperdagangkan kembali di bawah level $ 1.500 karena S&P menyerah pada kenaikan yang didorong oleh stimulus,” kata Tai Wong, Head of Base and Precious Metals Derivatives Trading BMO.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Likuiditas di sini, seperti di sebagian besar pasar, sangat terganggu, dan kami berharap melihat volatilitas yang berkelanjutan, perubahan yang didorong oleh suasana hati,” ujarnya kepada Reuters.

Indeks utama Wall Street merosot dan harga minyak terus melorot karena selera investor terhadap aset berisiko tetap lemah, di tengah tanda-tanda kerusakan virus corona terhadap perekonomian global.

Lebih lanjut membebani harga emas, indeks dolar AS melonjak mendekati level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Virus corona, yang sejauh ini menginfeksi lebih dari 205.000 orang dan menewaskan lebih dari 8.200 di seluruh dunia, telah mendatangkan malapetaka di pasar, ketika negara-negara di seluruh dunia melakukan lockdown untuk menahan penyebarannya.

Federal Reserve (The Fed) pada Selasa (17/3) mengatakan, akan mengembalikan fasilitas pendanaan yang digunakan selama krisis keuangan 2008 untuk mendapatkan kredit langsung ke bisnis dan rumahtangga di tengah kekhawatiran krisis likuiditas akibat virus corona.

Menambah itu, Pemerintahan Donald Trump mengejar paket stimulus US$ 1 triliun yang bisa mengirimkan cek senilai US$ 1.000 ke setiap warga AS dalam waktu dua minggu untuk meredam dampak virus corona ke perekonomian.

“Emas akan tetap stabil selama beberapa sesi berikutnya karena investor menunggu untuk melihat, apakah Pemerintahan Trump bisa dengan cepat mewujudkan rencana stimulus besar-besaran itu,” kata Edward Moya, Analis Pasar Senior OANDA.

“Jika kita melihat pengulangan krisis keuangan ketika Kongres AS tidak efektif dalam bertindak cepat, perebutan uang tunai akan terus berlanjut,” imbuh dia  dalam sebuah catatan yang Reuters lansir.

Harga emas sudah anjlok lebih dari 12% atau lebih dari US$ 200 sejak melonjak melewati level US$ 1.700 per ons troi minggu lalu, karena investor melepas logam mulia untuk mendapatkan uang tunai dan margin.

Source : kontan.co.id