PT KP PRESS – Harga emas naik, terdorong langkah pemangkasan bunga acuan oleh The Fed. Harga emas kembali naik pada awal perdagangan Selasa (17/3) terdorong langkah pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed. Selasa (17/3) pukul 07.45 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.513,80 per ons troi, naik 1,83% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.486,50 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Analis CMC Markets Margaret Yang Yan mengatakan, semula kenaikan harga emas dipicu oleh penurunan suku bunga The Fed. “Pasar sangat ragu dan ada pendapat berbeda. Investor sekarang melepas semua (aset). Mereka hanya ingin uang tunai,” imbuhnya seperti dikutip Reuters.

PT KONTAK PERKASA – The Fed kembali memangkas bunga acuan hingga mendekati nol persen, dan memulai melakukan pembelian obligasi untuk memperbaiki fundamental ekonomi global yang hancur akibat merebaknya virus corona. Pemangkasan suku bunga The Fed dan mulainya kembali pelonggaran kuantitatif akan berdampak positif bagi emas.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Tapi kita berada dalam waktu yang tidak biasa dan teori mungkin tidak berlaku dalam volatilitas tinggi dan perbedaan,” kata Yan.

Emas spot melompat 1,10% setelah penurunan suku bunga The Fed

Harga emas rebound dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, Senin (16/3). Di tengah jatuhnya dolar Amerika Serikat (AS) dan pasar saham global setelah The Fed mendadak memangkas suku bunganya.

Melansir Bloomberg, pukul 10.38 WIB, emas pasar spot ke level 1.546,68 per ons troi atau naik 1,10%. Sekaligus menghentikan penurunan empat hari. Si kuning jatuh 3% pada hari Jumat lalu.

Senada, emas berjangka pengiriman Apri 2020 ke US$ 1.546,50 per ons troi atau naik 1,96%.

Kemarin, The Fed memangkas suku bunganya kembali mendekati nol, memulai kembali pembelian obligasi dan bergabung dengan bank sentral lainnya untuk memastikan likuiditas dalam pinjaman dolar untuk membantu meletakkan dasar di bawah ekonomi global yang cepat hancur di tengah pandemi coronavirus.

Pasar saham dan dolar turun tajam, setelah penurunan suku bunga darurat The Fed dan Selandia Baru gagal menghilangkan kekhawatiran tentang guncangan ekonomi gara-gara virus corona.

Bank sentral Selandia Baru memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin ke rekor terendah setelah pertemuan darurat mengantisipasi pukulan virus corona terhadap perekonomian.

Para menteri keuangan Uni Eropa berencana untuk menyepakati pada hari Senin mengenai respons ekonomi yang terkoordinasi terhadap epidemi virus corona. Di sisi lain, Komisi Eropa memperkirakan dampak virus dapat mendorong Uni Eropa ke dalam resesi.

Source : kontan.co.id