PT KP PRESS – Harga emas naik 1,10% setelah penurunan suku bunga The Fed. Harga emas rebound dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, Senin (16/3). Di tengah jatuhnya dolar Amerika Serikat (AS) dan pasar saham global setelah The Fed mendadak memangkas suku bunganya.

KONTAK PERKASA FUTURES – Melansir Bloomberg, pukul 10.38 WIB, emas pasar spot ke level 1.546,68 per ons troi atau naik 1,10%. Sekaligus menghentikan penurunan empat hari. Si kuning jatuh 3% pada hari Jumat lalu. Senada, emas berjangka pengiriman Apri 2020 ke US$ 1.546,50 per ons troi atau naik 1,96%.

PT KONTAK PERKASA – Kemarin, The Fed memangkas suku bunganya kembali mendekati nol, memulai kembali pembelian obligasi dan bergabung dengan bank sentral lainnya untuk memastikan likuiditas dalam pinjaman dolar untuk membantu meletakkan dasar di bawah ekonomi global yang cepat hancur di tengah pandemi coronavirus.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pasar saham dan dolar turun tajam, setelah penurunan suku bunga darurat The Fed dan Selandia Baru gagal menghilangkan kekhawatiran tentang guncangan ekonomi gara-gara virus corona.

Bank sentral Selandia Baru memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin ke rekor terendah setelah pertemuan darurat mengantisipasi pukulan virus corona terhadap perekonomian.

Para menteri keuangan Uni Eropa berencana untuk menyepakati pada hari Senin mengenai respons ekonomi yang terkoordinasi terhadap epidemi virus corona. Di sisi lain, Komisi Eropa memperkirakan dampak virus dapat mendorong Uni Eropa ke dalam resesi.

Harga emas meroket 3% setelah The Fed pangkas suku bunga

Harga emas spot melesat setelah The Federal Reserve secara mengejutkan kembali memangkas suku bunga menjadi 0% – 0,25% pada Minggu (15/3) waktu setempat.

Mengutip Bloomberg, harga emas sempat melejit 3%, setelah pekan lalu mengalami penurunan mingguan terburuknya sejak 1983. Pada Senin (16/3) pagi, harga emas spot sempat berhasil naik US$ 45 per ons ke US$ 1.575,47, namun kini harga si kuning mulai stabil ke US$ 1.546,64 per ons troi atau naik 1,10% pada pukul 07.45 WIB.

Walau mendapat sentimen positif dari pemotongan suku bunga acuan, daya tarik emas juga terbebani langkah pelaku pasar yang berbondong-bondong masuk ke pasar uang guna menutupi kerugian di pasar investasi lainnya.

Seperti diketahui, pada pertemuan darurat Minggu (15/3) tersebut, The Fed tak hanya memangkas suku bunga acuan, tetapi juga menggelontorkan US$ 700 miliar untuk pembelian obligasi pemerintah mulai pekan depan.

Selain itu, The Fed juga mendorong perbankan untuk menggunakan dananya dalam ekuitas dan aset likuid yang dibangun sebagai penyangga modal krisis keuangan untuk dipinjamkan ke perusahaan dan rumah tangga yang keuangannya terpukul virus corona.

Selain emas, harga komoditas logam mulia lainnya, yakni perak naik 3%. Sedangkan paladium turun 5% dan platinum terkoreksi 2%.

Source : kontan.co.id