PT KP PRESS – Harga emas turun lagi akibat profit taking. Harga emas turun setelah kemarin menyentuh level tertinggi sejak 24 Januari 2013. Selasa (10/3) pukul 7.30 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.667,28 per ons troi. Harga emas ini turun 0,78% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.680,47 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas turun sejak sebelum tutup pasar kemarin akibat profit taking setelah sempat naik 1,7% dan menyentuh US$ 1.700 per ons troi. “Sedikit mengejutkan bahwa emas tidak naik lebih tinggi. Harga naik ke US$ 1.700 dengan mudah di awal perdagangan tapi turun karena aksi jual,” kata Jonathan Butler, analis Mitsubishi kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Butler mengatakan bahwa penurunan harga emas terjadi sebagian karena margin calls di komoditas lain atau kelas aset yang berarti likuidasi pada emas. Kemarin, bursa saham Amerika Serikat (AS) merosot lebih dari 7% akibat anjloknya harga minyak hingga 25%.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Penurunan harga minyak dan penyebaran virus corona memicu kekhawatiran adanya resesi global. “Investor mencoba untuk mencari safe haven untuk berlindung dari kejatuhan pasar saham, terutama sektor energi,” kata Ole Hansen, analis Saxo Bank.

Hingga Selasa pagi, ada 113.585 kasus virus corona terkonfirmasi di seluruh dunia. Sedangkan jumlah korban meninggal mencapai 3.996 orang dan sembuh sebanyak 62.517 orang.

Investor kini menunggu keputusan bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis pekan ini dan rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret mendatang.

Sempat tembus US$ 1.700 per ons troi, harga emas mulai tertahan perang harga minyak

Harga emas spot sempat naik di atas $ 1.700 per ons troi pada awal pekan ini, untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh tahun. Namun, rekor harga tersebut mulai terkikis akibat aksi ambil untung.

Senin (9/3) pukul 08.49 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.702,80 per ons troi. Namun setelah cetak rekor, harganya berangsur-angsur turun. Dan pada pukul 11.25 WIB, harga emas spot berada di level 1.668,88 per ons troi.

Kemerosotan harga minyak mentah mengirim guncangan deflasi di pasar dan membatasi kenaikan emas batangan. Ini membuat harga emas mulai terkikis dari level tertingginya.

Sebelumnya, lonjakan harga emas terjadi setelah pasar saham global ambruk karena kekhawatiran meluasnya wabah virus corona yang berdampak negatif pada ekonomi global. Hal tersebut mendorong investor untuk kembali ke aset safe haven alias lindung nilai seperti emas.

“Ini adalah kenaikan besar bagi aset safe haven karena data perdagangan China juga benar-benar buruk, jauh lebih buruk dari yang diharapkan, Italia juga telah mengkarantina seperempat dari populasi mereka (karena virus corona) dan pasar saham turun,” kata Jeffrey Halley, seorang analis pasar senior di OANDA.

Asal tahu saja, ekspor China mengalami kontraksi tajam dalam dua bulan pertama tahun ini sementara impor menurun. Hal tersebut terjadi karena virus corona yang menyebabkan gangguan besar pada operasi bisnis, rantai pasokan global, dan aktivitas ekonomi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Source : kontan.co.id