PT KP PRESS – Harga emas naik tipis setelah kemarin melesat 1,30%. Harga emas menguat tipis pada awal perdagangan hari ini. Pada Selasa (8/12) pukul 7.00 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.863,98 per ons troi, menguat 0,07% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.862,73 per ons troi. Harga emas berjangka pun bergerak serupa. Harga emas untuk pengiriman Februari 2021 di Commodity Exchange menguat 0,12% menjadi US$ 1.868,20 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Kemarin, harga emas spot melonjak 1,30% dalam sehari karena harapan pengucuran stimulus di Amerika Serikat (AS). “Rencana stimulus telah membantu menstabilkan pasar emas karena lebih banyak uang yang dipompa ke dalam sistem keuangan menyebabkan inflasi,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Anggota parlemen AS berusaha untuk menuntaskan kesepakatan bantuan yang telah lama ditunggu-tunggu melalui RUU pendanaan sebesar US$ 908 miliar. Harga emas batangan yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi akibat stimulus jumbo yang dikeluarkan pada tahun 2020, naik lebih dari 22% sepanjang tahun ini.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Investor juga mencermati sanksi AS dan larangan perjalanan pada 14 pejabat China atas dugaan peran mereka dalam diskualifikasi terhadap legislator oposisi terpilih di Hong Kong. “Ini adalah periode yang kuat secara musiman untuk harga emas dan kami baru saja melalui peristiwa kapitalisasi, karena banyak investor yang tidak tahan banting di emas telah terguncang keluar dari pasar,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Harga emas merosot ke level terendah dalam lima bulan terakhir pada 30 November lalu. Dari posisi tersebut, harga emas telah pulih lebih dari 5%. November juga menandai bulan terburuk bagi harga emas dalam empat tahun. Penurunan harga emas secara bulanan pada November disebabkan oleh harapan pemulihan ekonomi yang dipicu oleh vaksin. Inggris akan menjadi negara pertama yang meluncurkan vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19 minggu ini. Analis melihat, terobosan level harga emas pada US$ 1.850 menandakan kenaikan lebih lanjut.

Primadona di tahun 2020, emas Antam diproyeksi bisa cetak rekor lagi

Emas fisik menjadi primadona investasi sepanjang tahun 2020. Bussines Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menyebut logam mulia Antam mencetak rekor tertingginya. Kilau harga emas Antam sempat mencapai level Rp 1.065.000 per gram. Pada awal tahun 2020, Siluh mencatat harga emas masih pada kisaran harga Rp 600.000 per gram.

Tidak jauh berbeda dengan emas Antam, harga emas produksi UBS di PT Pegadaian juga catatkan harga tertinggi sepanjang sejarah. Meski begitu karena perbedaan sertifikasi, harga emas Pegadaian lebih murah. Suluh menyebut emas bisa kembali menjadi perhatian pada tahun 2021 mendatang. Bukan target yang mustahil harga emas akan kembali mencetak rekor di tahun 2021.

“Tahun depan masih potensial untuk menembus rekor kembali,” ujar Suluh kepada Kontan.co.id, Senin (7/12). Meski pun saat ini disebutkan Suluh harga emas sedang terkoreksi, tetapi telah terdapat level psikologis dari emas. Suluh yakin harga emas tidak akan terkoreksi di bawah Rp 900.000 per gram.

Source : kontan.co.id