PT KP PRESS – Harga emas naik ke level US$ 1.881 per ons troi di pasar spot. Harga emas naik pada Rabu (11/11) pagi. Mengutip Bloomberg pada pukul 10.06 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.881,31 per ons troi alias naik 0,21%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 naik 0,21% ke level US$ 1.880,30 per ons troi. Harga emas saat ini dinilai sedang mencari keseimbangan baru. “Harga emas sedang mencari keseimbangan setelah Pfizer menyebabkan kerontokan,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Wong menambahkan bahwa harga emas bisa naik lagi, tapi perlu waktu lebih lama. “Faktor fundamental emas masih ada karena stimulus masih akan menjadi perhatian dan vaksin akan menyebabkan reflasi,” kata dia.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Senin lalu, harga emas merosot 4,6% dan mencatat penurunan harian terbesar sejak 11 Agustus. “Respons fiskal dan stimulus terhadap pandemi global masih akan sangat akomodatif. Ini akan menjadi penopang harga emas, perak, dan platinum sehingga bisa menguat,” ungkap analis HSBC dalam riset.

Tapi, kelegaan secara psikologis dan pergeseran sentimen risiko masih akan menekan logam mulia dalam jangka pendek. Harga emas cenderung diuntungkan belanja stimulus karena menjadi lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Harga emas spot naik 0,17% ke level US$ 1.880 per ons troi pada Rabu (11/11) pagi

Harga emas naik pada Rabu (11/11) pagi. Mengutip Bloomberg pada pukul 09.17 WIB, harga emas spot berada di level US$ 1.880,46 per ons troi alias naik 0,17%.

Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 naik 0,15% ke level US$ 1.879,30 per ons troi.

Harga emas saat ini dinilai sedang mencari keseimbangan baru. “Harga emas sedang mencari keseimbangan setelah Pfizer menyebabkan kerontokan,” kata Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO kepada Reuters.

Wong menambahkan bahwa harga emas bisa naik lagi, tapi perlu waktu lebih lama. “Faktor fundamental emas masih ada karena stimulus masih akan menjadi perhatian dan vaksin akan menyebabkan reflasi,” kata dia.

Senin lalu, harga emas merosot 4,6% dan mencatat penurunan harian terbesar sejak 11 Agustus. “Respons fiskal dan stimulus terhadap pandemi global masih akan sangat akomodatif. Ini akan menjadi penopang harga emas, perak, dan platinum sehingga bisa menguat,” ungkap analis HSBC dalam riset.

Tapi, kelegaan secara psikologis dan pergeseran sentimen risiko masih akan menekan logam mulia dalam jangka pendek. Harga emas cenderung diuntungkan belanja stimulus karena menjadi lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Source : kontan.co.id