PT KP PRESS – Harga emas spot naik tipis ke US$ 1.892,51 per ons troi jelang pemilu presiden AS. Harga emas spot sedikit berubah pada awal perdagangan hari ini. Padahal pada sesi sebelumnya, harga emas spot melesat hampir 1% karena investor hati-hati jelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).

KONTAK PERKASA FUTURES – Selasa (3/11) pukul 08.45 WIB, harga emas sedikit bergerak ke level US$ 1.892,51 per ons troi. Hal yang sama pun terjadi pada harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 yang berada di US$ 1.893,00 per ons troi.

PT KONTAK PERKASA – Jelang pemilu presiden AS, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden masih unggul dari Presiden AS Donald Trump dalam sejumlah survei nasional. Namun, Trump tetap memiliki peluang karena unggul di negara bagian yang jadi penentu hasil pemilu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara itu, pelaku pasar juga menanti pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang juga akan dimulai pekan ini. Investor menanti hasil pertemuan tersebut dan berharap para pembuat kebijakan fiskal AS ini tetap menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung ekonomi yang terhantam pandemi virus corona dan mempertahankan suku bunga saat ini.

Emas, yang dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan mata uang, memang menjadi komoditas paling berkilau di tahun ini. Harga si kuning sudah naik lebih dari 24% sepanjang tahun ini berkat guyuran stimulus dan ekspektasi inflasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Laju bagi harga emas juga datang dari indeks dolar AS yang merosot 0,1% terhadap sekeranjang mata uang. Padahal pada Senin (2/11), indeks the greenback mencapai level tertinggi dalam satu bulan.

Lonjakan kasus virus corona di Eropa juga membuat pesona emas kembali diperhitungkan. Sejumlah negara Eropa berlomba-lomba untuk melakukan pengetatan demi menghadang lonjakan virus corona.

Terbaru adalah Italia yang memperketat pembatasan di tengah lonjakan kasus, penerimaan rumah sakit dan jumlah kematian baru. Negeri Paman Sam juga melaporkan rekor tertinggi minggu baru pada pekan lalu.

Berdasarkan perhitungan Reuters, lebih dari 46,62 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona baru secara global.

Source : kontan.co.id