PT KP PRESS – Harga emas global tak banyak bergerak pada perdagangan Selasa (29/10). Pukul 12.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.494,80 per dolar AS, melemah 0,06% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.495,80 per dolar AS.

KONTAK PERKASA FUTURES – Pergerakan harga emas dibayangi oleh ketidakpastian kesepakatan dagang antara China dan Amerika Serikat serta antisipasi investor jelang pertemuan bank sentral utama pekan ini.

PT KONTAK PERKASA – “Ada sentimen risiko yang meluas, dimana pasar saham AS mencapai rekor tertinggi baru. Perundingan dagang sangat tidak dapat diprediksi… Ini mengecewakan para investor berkali-kali di masa lalu dan dapat terulang kembali,” kata Margaret Yang Yan, analis pasar CMC Markets seperti dikutip Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – “Pasar sangat positif tentang hal itu sekarang, tetapi juga sangat rentan.” Menurut analis, koreksi harga emas lantaran ketidakjelasan perundingan dagang dan kekhawatiran Brexit yang masih cukup besar.

Bertahan di bawah US$ 1.500 per ons troi, harga emas menanti keputusan suku bunga AS

Harga emas kembali bergerak naik meski masih stabil di bawah US$ 1.500 per ons troi. Selasa (29/10) pukul 09.45 WIB harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.494,40 per ons troi, turun 0,09% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.495,80 per ons troi.

Sementara itu, harga emas di pasar spot ada di US$ 1.492,56 per ons troi, stagnan dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.492,51 per ons troi.

Harga emas bertahan di bawah US$ 1.500 per ons troi lantaran pasar menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve pekan ini. Sementara itu, optimisme kesepakatan dagang antara AS-China mendorong permintaan aset berisiko.

Asal tahu saja, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan pada Selasa dan Rabu pekan ini. Investor berharap dalam pertemuan ini The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

“Seluruh perhatian kini tertuju pada rapat The Fed. Investor sangat menunggu kejelasan apakah bank sentral akan tetap dovish hingga akhir tahun,” kata John Sharma, ekonom National Australia Bank kepada Reuters.

Sharma mengatakan, pasar emas saat ini berada dalam fase wait and see. Federal Reserve menggelar rapat bulanan pada 29-30 Oktober. Menurut Fed Watch, CME Group, trader melihat potensi 90,4% pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis point.

“Kenaikan harga emas jika suku bunga turun akan lebih terbatas, karena sekarang tidak ada tensi perang dagang seperti pada musim panas lalu,” kata Stephen Innes, market strategist AxiTrades kepada Reuters.

Source : kontan.co.id