PT KP PRESS – Harga emas naik, nangkring di US$ 1.934 per ons troi di pasar spot. Harga emas menguat pada Selasa (25/8) pagi ini. Mengutip Bloomberg pada pukul 10.02 WIB, harga emas spot ada di level US$ 1.934,74 per ons troi alias menguat 0,30%. Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 menguat 12% ke level US$ 1.941,50 per ons troi.

KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas naik setelah mengalami penurunan pada hari kemarin. Hal tersebut sejalan dengan lonjakan pasar saham di awal pekan. “Harga emas konsolidasi dengan indeks yang di rekor tertinggi. Harga emas perlu katalis lebih besar, stimulus fiskal tambahan, dan inflasi untuk melanjutkan kenaikan,” kata Phillip Streible chief market strategist Blue Line Futures kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA – Pada perdagangan kemarin, indeks Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor penutupan perdagangan tertinggi. “Sementara pengembangan vaksin Covid-19 dan peningkatan data ekonomi menghadirkan hambatan jangka pendek untuk emas, suku bunga rendah dan negatif, dolar AS yang lebih lemah, dan ekspektasi untuk stimulus lebih lanjut bisa menopang kenaikan,” kata analis Standard Chartered Suki Cooper dalam sebuah catatan.

Harga emas spot menguat 0,26% ke US$ 1.933 per ons troi pada Selasa (25/8) pagi

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Harga emas menguat pada Selasa (25/8) pagi ini. Mengutip Bloomberg pada pukul 09.06 WIB, harga emas spot ada di level US$ 1.933,83 per ons troi alias menguat 0,26%. Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 menguat 10% ke level US$ 1.941,10 per ons troi. Harga emas naik setelah mengalami penurunan pada hari kemarin. Hal tersebut sejalan dengan lonjakan pasar saham di awal pekan.

“Harga emas konsolidasi dengan indeks yang di rekor tertinggi. Harga emas perlu katalis lebih besar, stimulus fiskal tambahan, dan inflasi untuk melanjutkan kenaikan,” kata Phillip Streible chief market strategist Blue Line Futures kepada Reuters. Pada perdagangan kemarin, indeks Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor penutupan perdagangan tertinggi.

“Sementara pengembangan vaksin Covid-19 dan peningkatan data ekonomi menghadirkan hambatan jangka pendek untuk emas, suku bunga rendah dan negatif, dolar AS yang lebih lemah, dan ekspektasi untuk stimulus lebih lanjut bisa menopang kenaikan,” kata analis Standard Chartered Suki Cooper dalam sebuah catatan.

Source : kontan.co.id