KONTAK PERKASA FUTURES – Aplikasi penyedia transportasi lewat online, Grab, bakal menyuntikkan dana US$ 700 juta ke Indonesia untuk kegiatan ekspansinya dalam empat tahun ke depan. Jumlah sebesar itu akan menjadi investasi terbesar yang Grab suntikan di negara-negara lainnya.

Grab berambisi untuk bisa mengambil pasar terbesar dengan mengintensifkan strategi agar bisa memenangkan kompetisi dengan perusahaan transportasi online lainnya seperti Uber dan GoJek.

Perusahaan asal Singapura ini akan membuka pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk mengembangkan aplikasinya di sini. Grab juga akan berinvestasi pada sejumlah perusahaan startup atau embrio pengusaha teknologi di Indonesia.

Grab suntik dana US$ 700 juta di Indonesia

Perusahaan yang salah satu pendirinya lulusan Harvard Business School bernama Anthony Tan ini, baru saja mendapatkan pendanaan dari investor sekitar US$ 750 juta pada September tahun lalu. Ini sebulan setelah pesaingnya, Go-Jek menerima suntikan US$ 550 juta dari investor seperti KKR dan Warburg Pincus.

Selain membangun pusat riset, Graab Indonesia juga akan menggelontorkan dana investasi senilai USD100 juta untuk startup atau technopreneur. Hal ini ditujukan untuk mengembangkan perusahaan Tanah Air dan mendorong masyarakat beralih ke ekonomi digital.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menjelaskan bahwa langkah ini juga turut mendukung program 1.000 Startup Digital yang diusung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Tentunya kami welcome dari Kominfo untuk memberikan saran juga karena kita tahu Kominfo sangat aktif memiliki program 1.000 Startup Digital,” kata Ridzki di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Pendanaan ini akan berfokus pada industri layanan mobile dan teknologi dengan penekanan di kota-kota kecil serta komunitas yang belum merasakan manfaat ekonomi digital. Namun, Grab masih akan mengevaluasi startup hasil penjaringan program Kominfo.

“Tentunya kami melakukan penelitian, observasi secara langsung juga pada startup itu,” ungkapnya. Dana investasi ini juga diharapkan berdampak pada percepatan proses penetrasi produk startup terpilih ke pasaran.

Source : kontan.co.id