PT KONTAK PERKASA FUTURES – Futures emas lebih tinggi selama sesi AS pada Selasa.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD1.284,70 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,01%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.267,40 dan resistance pada USD1.286,50.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,28% dan diperdagangkan pada USD95,700.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret naik 0,03% dan diperdagangkan pada USD15,560 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,00% dan diperdagangkan pada USD2,643 per pon.

Setelah mengawali tahun 2018 dengan kenaikan, harga emas berkubang di level rendah selama beberapa bulan di pertengahan tahun. Analis Commerzbank menuding penguatan Dolar AS karena kenaikan suku bunga The Fed, sebagai penyebab redupnya harga Si Kuning. Selain itu, melonjaknya pasar saham turut andil dalam menekan harga emas.

Melemahnya mata uang-mata uang negara berkembang juga berkontribusi, karena telah mengurangi jumlah permintaan emas di negara-negara konsumen eams terbesar seperti China dan India. Hal ini karena penguatan Dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal dalam satuan mata uang mereka.

Namun memasuki dua bulan terakhir 2018, harga emas mulai naik dan bergerak stabil. Situasi ini sejalan dengan mulai memudarnya ekspektasi pasar terhadap laju kenaikan suku bunga The Fed di tahun 2019. Dalam Outlook laporannya yang dirilis awal bulan Desember 2018 lalu, Commerzbank berpendapat bahwa:

“Performa harga emas di tahun 2018 tampaknya banyak ditentukan oleh kebijakan moneter The Fed.”

 

Proyeksi Harga Logam-Logam Mulia Di 2019 Versi Commerzbank

Commerzbank memperkirakan, harga emas akan mencapai rata-rata $1,250 per ounce dalam dua kuartal pertama di 2019. Namun kemudian, ia akan melonjak sampai $1,300 di kuartal ketiga 2019. “Kami memperkirakan harga emas akan meningkat sampai ke $1,350 per troy ounce di akhir tahun 2019,” ungkap Commerzbank.

logam-mulia

“Harga logam-logam mulia akan naik tahun depan, terutama karena melemahnya Dolar AS akibat siklus kenaikan suku bunga yang mulai mencapai akhir,” tulis Commerzbank.

Di sisi lain, perak (silver) disebut Commerzbank sebagai logam yang kinerjanya sebanding dengan futures emas, walaupun tidak akan selalu lebih baik daripada emas saat pasar sedang bullish. Harga perak diperkirakan akan mencapai rata-rata $14.50 di kuartal pertama 2019, $15 di kuartal kedua, dan $15.50 di kuartal ketiga.

“Kami mengekspektasikan harga perak akan naik ke $16 per troy ounce di akhir tahun 2019, walaupun hal itu masih akan membuat rasio emas terhadap perak tetap di level tinggi 84,” kata bank tersebut. Rasio yang dimaksud adalah pengukuran berapa ons perak yang diperlukan untuk membeli satu ons emas.

Platina diperkirakan akan berada di level $800 pada awal tahun, kemudian naik menjadi $900 di akhir tahun 2019. Sementara itu, Paladium yang tahun ini sedang naik daun, justru diperkirakan jatuh ke $1,000, dan baru sedikit naik ke $1,100 di akhir tahun 2019.

Source : investing.com – seputarforex.com