PT KONTAK PERKASA – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Eropa pada Jumat.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD1.206,40 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,17%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.189,90 dan resistance pada USD1.212,50.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,08% dan diperdagangkan pada USD94,91.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember naik 0,06% dan diperdagangkan pada USD14,190 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember jatuh 0,55% dan diperdagangkan pada USD2,622 per pon.

Harga emas meningkat pada Jumat pagi di Asia dibantu oleh dolar AS tergelincir terhadap yen Jepang di tengah kekhawatiran bahwa Washington akan mengalihkan perhatian masalah perdagangan dengan Tokyo, setelah menerapkan 25% tarif bagi produk-produk China pada akhir Agustus dan dengan potensi tarif lebih lanjut tergantung pada keseimbangan perdagangan kedua negara.

Emas berjangka untuk penyerahan Desember bertambah 0,27% menjadi $1,207.5 per troy ons pada 10.48 WIB di divisi Comex Bursa Perdagangan New York (NYMEX).

Pasangan USD/JPY turun 0,16% menjadi 110,57, saat Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada kolumnis Wall Street Journal bahwa ia mempertimbangkan untuk mengarahkan masalah perdagangan dengan Jepang. Berita itu memicu kekhawatiran di pasar dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia kuning, yang dipandang sebagai aset safe haven selama gejolak.

“Investor khawatir bahwa cepat atau lambat, industri otomotif Jepang akan menjadi target Trump dan sekarang mereka bersiap-siap menghadapi rincian lebih lanjut. Futures emas. Suasana telah memburuk karena pasar menjadi gugup dengan masalah tarif AS-China,” ungkap Daiwa Securities Strategist Takuya Takahashi.

Gelombang tarif baru barang-barang China senilai $200 miliar yang dapat berlaku pada hari ini juga membuat pasar tetap gelisah. Konsultasi publik tentang putaran tarif baru ini sudah dilakukan.

Meskipun Beijing memperingatkan AS bahwa pihaknya akan membalas tindakan tarif baru itu, Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa Washington belum siap untuk mencapai kesepakatan dengan China.

Pada saat yang sama, peningkatan upah swasta bulan lalu di AS gagal memenuhi harapan. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP keluar pada hari Kamis menunjukkan bahwa gaji swasta naik 163.000 pekerjaan pada bulan Agustus, lebih rendah dari perkiraan Reuters sebesar 190.000 pekerjaan.

Dolar Australia juga dipengaruhi oleh perang perdagangan AS-China karena hubungannya yang erat dengan China dan ketergantungan Australia pada pendanaan luar negeri. Dolar Australia jatuh 3% pada bulan Agustus dan jatuh ke 71,45 sen AS minggu ini, tingkat terendah sejak Mei 2016.

“Pertumbuhan ekonomi Australia telah menjadi sangat terkait dengan kawasan Asia melalui komoditas, layanan, dan juga sebagai sumber modal. Jadi Aussie digunakan sebagai perdagangan proxy risiko bagi kawasan ini, bahkan jika mereka tidak terwujud dalam pertumbuhan yang lebih lemah di Australia atau harga komoditas yang lebih rendah,” beber Amplifying Global FX Capital Pty Founder, Greg Gibbs.

Source : investing.com