KONTAK PERKASA FUTURES – IHSG kemarin berhasil melanjutkan penguatannya ke level 4933.99. Penguatan tersebut disebabkan masih menguatnya nilai tukar rupiah hingga ke level 13.262 dan aksi beli asing di pasar yang mencapai Rp 627 miliar. Penguatan ditopang beberapa big caps yang menguat seperti TLKM, BMRI dan ICBP.

Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat tipis 0,10% dan 0,13% di 17938,28 dan 2112,13. Sedangkan indeks Nasdaq koreksi 0,14% di 4961,75. Penguatan di Wall Street tadi malam terutama ditopang kenaikan harga minyak mentah yang berada di atas USD50/barel yakni di USD50,36/barel atau menguat 1,35%. Penguatan harga minyak mentah ini turut ditopang dolar AS yang bergerak dalam tren melemah ke posisi terendahnya dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga minyak mentah dan sejumlah komoditas tambang lainnya dan pelemahan dolar AS telah mengangkat pasar saham emerging market. Kemarin indeks MSCI Emerging Market naik 1,8%, kenaikan tertinggi sejak akhir Maret lalu.

Untuk perdagangan hari ini IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya. Masih kondusifnya sentimen global menyebabkan nilai tukar menguat dan adanya arus dana masuk. Naiknya harga komoditas masih akan menjadi sentimen positif bagi sektor tambang. IHSG berpotensi membetuk pola three white soldier jika berhasil melanjutkan penguatannya pada hari ini. IHSG akan bergerak pada rentang 4890 hingga 4980.

Source : detik.com