Reli harga emas yang sudah berlangsung selama empat hari terakhir masih terus berlanjut. Dukungan terbaru datang dari catatan rapat FOMC bulan lalu yang menegaskan kehati-hatian The Fed dalam mengerek suku bunganya.

Meski disinyalir bisa terus menanjak, faktor dari Amerika Serikat pantas diwaspadai sebagai katalis utama penjegal laju harga emas di masa datang.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/8) pukul 14.10 WIB harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange terangkat 0,61% di level US$ 1.357 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

KONTAK PERKASA FUTURES – Nanang Wahyudin, Analis PT Finex Berjangka menuturkan faktor terbaru dan utama saat ini yang mendongkrak harga emas jelas datang dari sikap The Fed yang ditanggapi pasar sebagai langkah dovish.

The Fed memutuskan untuk mengamati dan mencari kekuatan dari kesolidan data ekonomi penunjang di masa depan sebelum memutuskan kenaikan suku bunganya. Adapun data yang mendapat sorotan antara lain sektor tenaga kerja, pertumbuhan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Pasar menangkap peluang kenaikan suku bunga The Fed September 2016 nanti sudah padam,” kata Nanang.

Hal ini lah yang lantas melambungkan daya tarik emas sebagai safe haven. Disinyalir perlambatan ekonomi global jadi penyebab tertahannya peluang The Fed mempertahankan laju kenaikan suku bunganya.

Pasca rilis catatan hasil rapat FOMC itu Fed Fund Futures merilis probabilitas kenaikan suku bunga The Fed Desember 2016 turun dari sehari sebelumnya mencapai 51% menjadi 49%. “Namun Jumat (19/8) harga emas berpotensi koreksi,” tebak Nanang.

Ini berdasarkan dugaan hadirnya aksi profit taking yang dilakukan oleh pelaku pasar akibat reli kenaikan harga yang signifikan.

Source : kontan.co.id